Ciptakan Mural Kampung Pelangi, Warga Ponten Butuh 3,2 Ton Cat

kampung-pelangi-ponten-wonogiri
MEMBUAT MURAL : Warga beserta para pecinta seni mural dan grafiti WSA membuat mural di tembok Kampung Ponten RT2 RW6 Kelurahan Giripurwo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Minggu (16/6). (suaramerdekasolo.com/Dok)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Warga Kampung Ponten RT2 RW6 Kelurahan Giripurwo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri bertekad mengubah lingkungan mereka.
Lingkungan tersebut semula mendapat predikat kampung kumuh di perkotaan. Predikat yang disandang itu justru memacu motivasi untuk menciptakan ‘kampung pelangi’ di tengah kota.

Ashari Mursito Wisnu, ketua RT2 RW6 Kelurahan Giripurwo mengatakan, tempat tinggal mereka beberapa waktu lalu mendapat predikat kampung kumuh dari beberapa indikator penilaian, antara lain kebersihan, kerapian, sanitasi dan sebagainya. “Dari penilaian Dinas Kesehatan, kampung kami dapat predikat kampung kumuh,” katanya, Minggu (16/6).

Baca : Bakda Kupat, Ternak Diarak Keliling Kampung

Baca : Warga Kismobudoyo Gelar Buka Bersama di Jalan Kampung

Alhasil, mereka kini bertekad mengubah predikat itu dengan menciptakan ‘kampung pelangi’. “Kalau hanya dengan kerja bakti, hasilnya cuma dirasakan sementara. Tetapi melalui perbaikan-perbaikan talut, kerapian dan keindahan lingkungan, kami berharap bisa dirasakan lebih lama,” ujarnya.

Pihaknya kemudian melakukan pendekatan kepada warga untuk mengubah penampilan kampung. Mereka ingin mewarnai seluruh bangunan, dinding rumah, atap rumah dan jalan dengan beraneka warna serta gambar-gambar yang artistik.

Untuk keperluan itu, warga dan pemuda setempat menggandeng komunitas para pecinta seni mural dan grafiti yang tergabung dalam Wonogiri Street Art (WSA). Mereka bahkan rela mengecat tembok kampungnya hingga semalam suntuk. “Kami ingin membuat gambar-gambar yang artistik, tapi tidak semua warga bisa menggambar. Karenanya, kami bekerja sama dengan seniman-seniman WSA agar gambar-gambar di kampung lebih berkesan seni,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, ada 53 rumah di kampung tersebut. Mereka berencan mewarnai seluruh atap rumah, dinding, hingga jalanan. Untuk keperluan itu, cat yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 3,2 ton. 

Baca : Berbagi Kebahagiaan di Kampung Ramadan

Adapun cat yang telah digunakan warga untuk menghias kampung mereka saat ini telah mencapai sekitar 150 kilogram. Mereka berharap, pengusaha dan perusahaan-perusahaan yang ada turut membantu mewujudkan ‘kampung pelangi’.

“Selama dua bulan ini, kami sudah menghabiskan sekitar 150 kilogram cat. Kami sangat ingin mengubah wajah kampung di tengah kota,”katanya. (Khalid Yogi)

 

Tinggalkan Pesan