Sakit Kronis, 3 Calhaj Gagal Berangkat

0
14
manasik-haji-LPPKBIH

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com. Tiga calon jamaah haji (calhaj) asal Karanganyar, gagal berangkat ke Tanah Suci. Sebab mereka menderita penyakit kronis, yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti rangkaian ibadah.  
Satu orang asal Mojogedang karena menderita gagal ginjal kronis sehingga harus cuci darah setiap empat jam sekali. Kemudian satu orang asal Colomadu mengalami gagal ginjal dan butuh cuci darah dua kali dalam sepekan. 
Satu orang lainnya asal Karanganyar Kota karena usia lanjut dan pikun, serta menderita penyakit dalam. 
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar Rita Sari Dewi mengatakan, karena kondisinya seperti itu, kecil kemungkinan mereka bisa berangkat pada musim haji tahun depan, setelah pada tahun ini dinyatakan tidak bisa berangkat. 

Baca : PPDB Tawangmangu dan Carut Marut Pendidikan Indonesia

“Mereka dinyatakan tidak bisa berangkat, demi kebaikannya. Sebab kalau ginjal sudah rusak, harus cuci darah. Padahal di Tanah Suci, jamaah tidak diberi fasilitas cuci darah. Kalaupun ada fasilitas tersebut, akan menyulitkan mereka melaksanakan rukun haji,” katanya. 
Dijelaskan juga, sebanyak 292 calhaj masuk kategori risiko tinggi. Selain karena berusia lanjut, mereka juga mengidap penyakit, seperti darah tinggi atau kolesterol. Kemudian 266 calhaj masuk kategori sehat. 
Seluruh calhaj yang akan berangkat, telah mengikuti vaksin wajib meningitis, serta vaksin anjuran untuk influenza. 
Rita meminta agar petugas jamaah haji memperhatikan kondisi kesehatan setiap jamaah, terutama yang memiliki kebiasaan meminum obat. 

Baca : Perdagangan 298 Koli Rokok Ilegal Berhasil Digagalkan

Untuk menjaga kondisi, setiap calhaj dianjurkan untuk banyak meminum air putih. Hal itu bisa menghindari terjadinya dehidrasi tubuh, karena kondisi suhu tinggi di Tanah Suci. Sementara jika suhu turun, mereka disarankan memakai baju tebal. 
“Dari screening yang dilakukan, tidak ada calhaj dalam kondisi hamil. Sebab jika hamil, berbahaya karena bisa terserang meningitis,” imbuhnya. 

Baca : Dapat Masukan Warga, DED Underpass Transito Direvisi

Asisten Sekda Karanganyar Bidang Ekbangkesra Siti Maesyaroch mengatakan, 561 calhaj Karanganyar akan terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter). Sebanyak 334 orang masuk kloter 3, 223 orang masuk kloter 4 dan 4 orang masuk kloter 97 atau kloter sapujagat. (Irfan Salafudin) 

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here