Warung Hik Berpotensi Jadi Tempat Transaksi Narkoba

0
transaksi-narkoba-hik
WASPADA : Peserta Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Sekretariat Ormas Gerakan Aspirasi Muda Lawu (Gardal), mendengarkan paparan dari narasumber, Selasa (18/6). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Pedagang warung hik atau wedangan, diminta waspada terhadap peredaran narkoba yang memanfaatkan jasa mereka. Sebab warung hik berpotensi menjadi tempat transaksi narkoba, jika kondisinya memungkinkan 
Hal itu terungkap saat Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Sekretariat Ormas Gerakan Aspirasi Muda Lawu (Gardal), Selasa (18/6). Sosialisasi itu dihadiri 50-an pedagang hik dan pedagang online di Karanganyar. 

Ketua Gardal Ananda Novel mengungkapkan, pengedar narkoba memakai beragam cara untuk mengedarkan barang haram tersebut. 

“Warung hik bisa dijadikan tempat transaksi, misalnya karena penerangannya remang-remang. Aktivitas pembeli tak terpantau. Itu bisa disalahgunakan untuk transaksi narkoba,” katanya. 

Baca : Masuknya Narkoba Perlu Diantisipasi

Baca : Bawaslu dan BNK Sukoharjo Luncurkan Mobil Super Hero Awas

Karena itu, pedagang warung hik disarankan untuk menambah penerangan tempat dagangannya, agar lebih terang dan aktivitas pembeli terpantau. “Jangan sampai disalahgunakan untuk transaksi gelap narkoba,” tuturnya. 
Pedagang online juga rentan disalahgunakan untuk kegiatan peredaran narkoba, dengan pengiriman paket-paket berisi barang haram tersebut. 
“Kami meminta pedagang online waspada, jika misalnya menerima paket tak bertuan. Jangan-jangan berisi narkoba. Perlu kewaspadaan, agar pedagang online tidak sampai terjerat kasus narkoba,” tandasnya. 
Dikatakannya, Gardal siap mengawal pemberantasan narkoba di Karanganyar. Ormas tersebut telah mengukuhkan duta narkoba di kalangan pelaku usaha kecil menengah (UKM), yang bertugas menyosialisasikan bahaya narkoba dan upaya pencegahannya. 
Duta Narkoba Gardal Dwi Pamuji menambahkan, warung hik sangat berpotensi untuk tempat transaksi narkoba. 

Baca : 
“Saya pribadi mengalami. Kebetulan saya pedagang hik. Tempat jualan saya pernah dijadikan tempat transaksi. Awalnya saya tidak tahu. Tapi lama-lama curiga, ada transaksi diam-diam di antara pembeli,” tuturnya. 
Jika kondisi itu dibiarkan, dikhawatirkan akan berdampak pada kelangsungan usaha. “Kan bisa saja warung itu dapat stempel negatif, jadi tempat transaksi narkoba. Pembeli jadi menjauh. Kasihan pedagangnya. Karena itu, kami bersama-sama akan berupaya untuk mencegah terjadinya transaksi narkoba di lapak dagangan,” tuturnya. 

Baca : TMMD Reguler di Nguter Ditutup

Terpisah, Kepala Badan Kesbangpol Karanganyar Agus Cipto Waluyo mengatakan, pihaknya secara intensif melakukan sosialisasi P4GN ke seluruh lapisan masyarakat, agar Karanganyar bisa menjadi wilayah bebas narkoba. 
“Sosialisasi melalui berbagai media, hingga menggunakan jalur kesenian, dilakukan. Meskipun kasus narkoba di Karanganyar masih relatif kecil, tapi tetap harus diantisipasi. Jangan sampai dibiarkan, yang membuat pengedar bergerak bebas,” tandasnya. (Irfan Salafudin) 

Tinggalkan Pesan