Bocah Tewas Saat Bermain di Sungai Maron

0
bocah-tewas-tenggelam
FOTO ILUSTRASI

SRAGEN,suaramerdekasolo.comKejadian tragis dialami bocah bernama Alvino Kheyza Wibowo (6), warga Dukuh Maron RT 22 Desa Bandung Kecamatan Ngrampal, ini tewas tenggelam pada Minggu (23/6) sekitar pukul 10.45 WIB. Bocah ini tewas tenggelam saat bermain di Sungai Maron yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Alvino berhasil dievakuasi warga di sungai yang masuk wilayah Kampung Maron RT 2 RW 6, Kelurahan Nglorog Kecamatan Sragen.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian berawal tatkala korban bersama teman-temannya bermain dan kemudian hendak memancing di sekitar lokasi. Namun tiba-tiba korban terpeleset dan jatuh ke sungai di bagian yang cukup dalam. Melihat kejadian itu, teman-teman korban berteriak minta tolong ke warga, yang datang hendak menolong korban.

Mereka menyelami sungai untuk mencari tubuh Alvino, namun saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Baca : Terpeleset, Warga Selogiri Tenggelam di Dam Colo

Baca : Petani Ditemukan Tewas di Sawah

Kapolsek Sragen Kota Iptu Mashadi mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan membenarkan adanya kejadian anak yang bermain dan tenggelam. Lokasi kejadian menjadi perbatasan Kecamatan Sragen dengan Kecamatan Ngrampal.

”Lokasi masuk Maron, Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen,” katanya.

Pihaknya menjelaskan, saat itu memang ada beberapa anak-anak kecil yang bermain di sungai tersebut. Warga sigap menyelamatkan korban saat anak-anak kecil sebayanya berteriak-teriak. Namun nyawa korban tidak tertolong. Korban dibawa dan divisum ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soehadi Prijonegoro Sragen.

Namun pihak orang tua yakni pasangan Teguh (47) dan Sri Rejeki (45) yang sangat terpukul dengan kejadian itu meminta korban segera dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Baca : Pencarian 3 Bocah Korban Tenggelam Libatkan Crosser

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Sugeng Priyono menjelaskan warga berdatangan untuk membantu mengevakuasi. Korban dapat di evakuasi 15 menit setelah kejadian. Kemudian korban di bawa ke RSUD Sragen untuk visum. ”Bantuan medis yang kami lakukan berupa ambulans untuk ke rumah duka, dampak kejadian orang tua korban shock berat,” terangnya. (Basuni Hawriwoto)

Tinggalkan Pesan