Siswa Kelas 1 Wonogiri Juara Festival Dalang Cilik Nasional

Festival-Dalang-CiliknalNasio
BERLATIH MENDALANG : Nareswara Praba, siswa kelas 1 MI Al Alim pondok pesantren Hanacaraka, Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri berlatih mendalang di sekolahnya, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Nareswara Praba siswa kelas 1 MI Al Alim pondok pesantren Hanacaraka, Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri berhasil menyabet gelar juara pertama dalam ajang Festival Dalang Cilik Nasional IX yang digelar oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (22/6). Praba yang baru berusia delapan tahun itu mengungguli peserta lain yang usianya lebih tua.

Sang ayah, Sigit Muqsito mengatakan, Festival Dalang Cilik Nasional yang diadakan di kampus Faktultas Bahasa dan Seni UNY tersebut diikuti peserta dari 20 SD dan 15 SMP berbagai daerah di tanah air. “Banyak juga yang dari Jawa Timur, seperti Tulungagung dan Surabaya,” katanya, Minggu (23/6).

Baca : Dua Akademisi Mendalang dalam Dies Natalis Unisri

Baca : Juarai Lomba Dalang Bocah Tingkat Jateng Rengga MA Panen Hadiah

Dalam festival itu, Praba diiringi 30 anak pengrawit, wiyaga, dan sinden dari SMP 5 Wonogiri. “Anak saya kalau tidak berlatih di rumah atau di sekolahnya, kadang berlatih dengan murid-murid SMP 5 Wonogiri,” ujarnya.

Saat tampil di festival, anak kelahiran 17 Agustus 2011 itu membawakan lakon Jabang Tetuka yang menceritakan tentang kelahiran Gatotkaca. Dia mendalang dengan durasi waktu sekitar 40 menit. Praba baru pertama kali mengikuti festival dalang cilik dan langsung menyabet juara pertama untuk kategori siswa SD. Dia berhak mendapatkan hadiah berupa piagam, trofi, dan uang pembinaan sebesar Rp 7.600.000.

Baca : Tatah Sungging, Seni Membuat Wayang Kulit di Sonorejo, Sukoharjo

“Sangat membanggakan, apalagi Praba termasuk peserta terkecil. Lainnya
banyak yang sudah kelas 4-6 SD,” terangnya.

Sigit mengungkapkan, anaknya sudah terlihat menyukai seni pewayangan, pedalangan, dan karawitan sejak masih bayi. “Kalau nangis, dilihatin wayang langsung diam, ngguyu kemekelen (tertawa terkekeh-kekeh),” ujar Sigit yang juga berprofesi sebagai dalang tersebut.

Baca : Aptisi Surakarta Dorong PTS Dirikan Prodi Kekinian

Tidak hanya terampil dalam mendalang, anak itu juga mahir memainkan gamelan, seperti kendang, saron, bonang, dan sebagainya. Dia mendalang pertama kali di depan umum saat peringatan Hari Kemerdekaan RI di pendapa Kecamatan Wonogiri, empat tahun lalu. Saat itu, dia masih duduk di bangku di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). (Khalid Yogi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here