Suhu Capai 13 Derajat Celsius, Banyak Warga Lereng Merapi Jatuh Sakit

suhu-dingin-merapi
SEPI : Kondisi jalan di Deles, Sidorejo, Kemalang, Klaten sangat sepi di pagi hari karena warga enggan keluar rumah, akibat udara dingin.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Dalam sepekan terakhir, warga lereng Merapi di Kecamatan Kemalang, Klaten merasakan suhu udara yang sangat dingin hingga menusuk tulang. Akibatnya, puluhan warga jatuh sakit akibat tidak tahan dengan hawa dingin hingga sebagian harus dirawat di rumah sakit (RS).

Salah satunya dialami Sukiman (40) warga RT 27/RW 9 Dukuh Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten. Istri dan dua anaknya yang berusia 3 dan 4 tahun jatuh sakit. Bahkan, ketiganya sempat dirawat di sebuah RS hingga 4 hari. Namun Minggu (23/6), ketiganya sudah sehat dan kembali ke rumah.

‘’Sejak sepekan terakhir udara sangat dingin, sampai-sampai banyak warga yang sakit. Dua anak dan istri saya juga jatuh sakit. Gejalanya rata-rata sama, panas, badan meriang, dan sakil kepala, sebagian besar juga mengalami sariawan,’’ kata Sukiman, Minggu (23/6).

Baca : 3 Warga Meninggal karena DB

Baca : Ratusan Relawan Latihan Penanganan Bencana

Hal itu juga dialami sebagian besar warga Deles dan sekitarnya. Gejalanya pun nyaris sama.

Warga kedinginan

Hal itu diawali dengan badan panas dan meriang karena kedinginan. Setiap malam, mereka harus menggunakan jaket dan selimut tebal untuk melindungi badan dari udara dingin.

‘’Akhir-akhir ini, suhu udara sampai 13 derajat celsius, makanya sangat dingin. Kadang sampai agak siang setelah matahari cukup panas, baru warga beraktifitas ke luar rumah. Kalau udara dingin, mereka lebih banyak tinggal di dalam rumah,’’ ujar dia diiyakan tetangganya. Mereka mengetahui rendahnya suhu dari fasilitas handphone.

Beberapa warga mengatakan, bahwa udara dingin tersebut membuat aktifitas warga seperti bertani dan berkebun juga merawat ternak sedikit terganggu. Mereka baru mengurus lahan setelah udara agak hangat. Itu pun, sebagian masih mengaku sangat kedinginan.

‘’Hari ini, tetangga saya Pak Paryono dan Bu Tiyoso jatuh sakit dengan gejalan hampir sama. Kemarin, Bu Sri Murtini, Mbak Qodariyah, Mas Pulung, Mas Nanto dan Somo juga sakit yang sama. Satu sembuh, yang lainnya jatuh sakit. Kami tidak tahu apakah ini semata-mata karena udara dingin atau sebab lain,’’ ujar Sukiman.

Mendapat informasi tersebut, Asisten I Sekda Klaten Dokter Ronny Roekmito, segera menghubungi Camat kemalang, Kepala Dinas Kesehatan Klaten dan BPBD agar bisa segera dilakukan langkah antisipasi. Rencananya, Senin (24/6) Dinkes akan mengirimkan tim dan dibentuk Posko di rumah salah satu warga di Deles.

Baca : Sukoharjo Uji Coba Aspal Buton

Menurut Ronny yang juga seorang dokter, suhu yang terlalu dingin memang bisa menyebabkan suhu tubuh ikut turun, sehingga mempengaruhi kerja organ dan metabolisme tubuh. Hal itu, bisa membuat warga yang tidak tahan dingin menjadi sakit.
‘’Untuk mengantisipasinya, harus menghangatkan tubuh dengan selimut dan baju tebal agar tubuh menjadi hangat. Nanti Dinkes akan turun ke lapangan dan bikin Posko di Deles, semoga bisa segera dilakukan tindakan agar tidak makin banyak warga yang jatuh sakit,’’ kata dia.(Merawati Sunantri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here