Usai Aniaya Anaknya, Seorang Bapak Coba Bunuh Diri

0
aniaya-anak-sendiri

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Seorang bapak di Desa Jatisobo Kecamatan Polokarto,Sukoharjo, Jawa Tengah diduga melakukan penganiayaan terhadap anaknya lalu berusaha bunuh diri.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, terduga pelaku adalah Totok Suroso (45) warga dukuh Pandak RT 2/2, Jatisobo. Sedangkan korban adalah Alifia (19), Jufita (12).
Menurut sejumlah saksi, peristiwa itu diketahui saat sekitar pukul 07.00 ada warga yang mendengar suara teriakan dari rumah pelaku. Mendengar teriakan tersebut warga kemudian datang untuk mencari tahu. Namun saat warga datang, posisi pintu rumah masih terkunci. Pintu kemudian digedor hingga akhirnya terbuka.

Saat itulah, warga tersebut mendapati korban lehernya terikat tali bersama dengan Totok. Melihat hal itu, warga berusaha untuk menolang dengan melepas tali yang melilit leher. Namun saat melepaskan tali itu, warga mendengar pelaku berteriak sudah membunuh korban (Fia).

Baca : Aktivis LGBT Tewas Digorok Teman Kencan

Baca : Akhirnya, Suami Isteri Ditetapkan Tersangka Pembunuhan Anggota DPRD Sragen

Mendengar hal itu, warga berusaha mencari tahu dimana keberadaan korban yang disebut oleh pelaku. Ternyata setelah dicari warga menemukan korban di sebuah rumah kosong yang tidak jauh dari rumah pelaku. Di sana korban ditemukan dalam posisi terbujur dengan penuh luka dan bersimbah darah.
Namun saat warga berusaha menolong par akorban tersebut, ternyata pelaku berusaha melakukan upaya bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut. Upaya tersebut digagalkan warga lalu dilaporkan ke pihak kepolisian.
Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi melalui Kasat Reskrim AKP Gede Yoga saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Namun Kasat Reskrim belum menjelaskan secara detil bagaimana runtutan kejadian tersebut.

Baca : Sugimin, Anggota DPRD Sragen Tiga Kali Diracun

“Sementara korban dan pelaku masih dirawta di rumah sakit. Tim kami juga sudah melakukan olah TKP, sementara informasinya itu dulu,” kata Kasat Reskrim.
Berdasarkan informasi yang berkembang, apa yang dilakukan oleh pelaku tersebut diduga karena depresi terkait dengan masalah ekonomi. Namun sekali lagi hal tersebut masih didalami oleh pihak kepolisian. (Heru Susilo)

Tinggalkan Pesan