Kerjasama Pemkab Tegal dengan Keraton Surakarta Paling Bagus

0
194
cagar-budaya-langenharjo4
MELIHAT warna permukaan dinding dan kondisi keseluruhan bangunan sepasang gapura batas kota yang dibangun semasa Sinuhun Paku Buwono X di jalan raya yang masuk Kelurahan Kwarasan, Grogol, Sukoharjo ini, mengesankan jauh dari sentuhan perawatan atau upaya menjaga kelestariannya. (Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

*Astana Sinuhun Amangkurat di Tegalarum Sangat Bagus

SETELAH lama sepi dari pengunjung yang datang berwisata spiritual dan terapi mandi air panas (belerang), Selasa siang (25/6) lalu Pesanggrahan Langenharjo diramaikan oleh kegiatan sosialisasi UU Benda Cagar Budaya (BCB) No 11/2010.

Diselingi sajian sebuah tari, forum sosialisasi yang diteruskan diskusi yang digelar Dinas P dan K Kabupaten Sukoharjo itu, mengungkap banyak hal ketika sekitar 50 yang hadir dari berbagai kalangan berbicara, khususnya para nara sumber dari Keraton Surakarta mulai KGPH Puger (Pengageng Sasana Pustaka), KPH Edy Wirabhumi (anggota Pokja PEB FKIKN/FSKN) hingga GKR Wandansari Koes Moertijah (Pengageng Sasana Wilapa/Ketua LDA) selain Wahyu Kristanto (BP3 Jateng).

Pesanggrahan Langenharjo yang terletak di pinggir Bengawan Solo di wilayah Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo yang dipilih menjadi ajang sosialisasi tepat sekali, terlebih ketika undang-undang BCB itu benar-benar akan mengatur bagaimana seharusnya pemerintah dan masyarakat (termasuk Keraton Surakarta) melindungi dan memelihara situs bangunan peninggalan sejarah yang menjadi bagian dari eksistensi Keraton Surakarta itu.

Para nara sumber yang dihadirkanpun sangat tepat, karena selain kapasitasnya sebagai pemegang otoritas di keraton, mereka itu belakangan sangat proaktif menggugah kepedulian masyarakat khususnya yang berada di lingkungan situs-situs peninggalan sejarah keraton yang tersebar di Provinsi Jateng hingga Jatim.

Hadirnya utusan dari BP3 Jateng juga sangat tepat bahkan strategis, mengingat kapasitasnya sebagai tim ahli yang berada di lingkungan lembaga regulator di bidang BCB. Namun sayang, forum itu kurang banyak melibatkan perwakilan dari semua pengelola situs-situs peninggalan sejarah itu, karena dalam catatan Dinas P dan K kabupaten ada 186 situs peninggalan sejarah yang sudah didata resmi oleh Pemkab sebagai BCB.

cagar-budaya-langenharjo5
GUSTI MOENG (paling kanan) beserta beberapa saudaranya sekandung yang kompak dan aktif bersafari ke situs-situs peninggalan sejarah, misalnya saat peresmian renovasi Pesanggrahan Sinuhun PB X di kaki gunung Merapi di Desa Sidorejo, Kemalang, Klaten, beberapa waktu lalu. (Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

 

Pemilihan lokasi Pesanggrahan Langenharjo untuk menggelar forum itu dinilai sangat tepat dan strategis, setidaknya ketika menyimak sambutan Pengageng Sasana Wilapa GKR Wandansari Koes Moertijah. Di depan forum itu, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta yang akrab disapa Gusti Moeng itu meyakini bahwa sebagian besar di antara 186 situs yang didaftar Dinas P dan K itu pasti berkaitan dengan eksistensi Keraton Surakarta.

Halaman: First |1 | 2 | 3 | ... | Selanjutnya → | Last

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here