Oknum Perangkat Desa Teter Dibidik Kejari

dugaan-korupsi

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com Kejaksaan Negeri Boyolali Jawa Tengah membidik dugaan korupsi di Desa Teter, Kecamatan Simo. Bahkan, status penanganan kasus tersebuts duah ditingkatkan dari penyelidikan ke tingkat penyidikan.

Ada tiga pos anggaran yang diduga diselewengkan oleh oknum perangkat di Pemerintahan Desa Teter. Namun Kajari, Prihatin menyatakan pihaknya belum memutuskan adanya tersangka dalam kasus itu.

“Hari ini surat perintah penyidikan saya tanda tangani,” ujarnya, Kamis (27/6).

Langkah selanjutnya, penyidik Kejari Boyolali akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Penyidikan ini sifatnya masih penyidikan umum, dan belum ada tersangkanya. Diungkapkan, dugaan penyalahgunaan keuangan desa yang dilakukan oknum perangkat desa Teter, ada tiga pos.

Pertama, uang sewa tanah kas desa yang tidak disetorkan kepada kas desa. Kedua, yakni pemotongan bantuan ruamh tidak layak huni. Bantuan pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH) seharusnya disalurkan dalam bentuk barang.

“Namun oleh oknum desa Teter disalurkan dalam bentuk uang, itupun dananya tidak diserahkan utuh. Dan pos ketiga, uang pajak PPN dan PPH tidak disetorkan ke kas negara.”

Penyelewengan anggaran tersebut berlangsung selama periode tahun 2013 sampai 2019. Total nilai kerugian negara diperkirakan kurang lebih Rp 170 juta. Anggaran sebesar itu diduga digunakan pribadi oleh oknum perangkat desa.

“Dengan surat perintah penyidikan ini, penyidik Kejari bisa melakukan tindakan hukum antara lain penyitaan, dan penetapan tersangka.”

Ditambahkan, penanganan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat. Kemudian ditindaklanjuti dengan surat perintah tugas dan ditemukan bukti awal. Kemudian Kejari menindaklanjuti lagi dengan surat perintah penyelidikan.

“Dari hasil penyelidikan ditemukan adanya bukti awal yang cukup, sehingga kami memutuskan untuk ditindaklanjuti di tingkat penyidikan.” (Joko Mur)

 

Tinggalkan Pesan