Pakai Sensus Penduduk 2020 Berbasis Android, 32. 098 Terdeteksi Rumah Kosong

sensus-penduduk-2020
PESERTA SOSIALISASI: Peserta Sosialisasi Pemetaan dan Potensi Desa tahun 2019 yang digelar BPS Kabupaten Klaten, Kamis (27/6). (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 akan menggelar sensus penduduk di 26 kecamatan di Kabupaten Klaten. Sensus tidak lagi menggunakan cara manual murni tetapi akan berbasis teknologi android.
Kepala BPS Kabupaten Klaten, Ahmad Isbani menjelaskan untuk tahun 2020 sensus penduduk akan menggunakan cara baru.

” Petugas nantinya tidak lagi menggunakan kertas, tetapi datang dari rumah ke rumah membawa ponsel android,” jelasnya, Kamis (27/6) saat Sosialisasi Pemetaan dan Potensi Desa 2019.

Sosialisasi diikuti camat, perangkat daerah, jajaran BPS dan lainnya. Sosialisasi dibuka Staf Ahli Bupati, Abdul Mursyid. Menurut Isbani, petugas sensus tetap akan mendatangi penduduk rumah ke rumah tetapi tidak lagi disensus menggunakan data di kertas. Petugas akan menggunakan aplikasi sehingga data yang didapat akan langsung masuk ke server BPS di pusat.

Data yang sudah masuk tidak akan muncul lagi di data awal sebab otomatis akan langsung dioleh server BPS pusat. Untuk mengantisipasi kendala sinyal, bagi daerah-daerah tertentu yang tidak bisa dijangkau sinyal masih akan menggunakan kertas. Misalnya di Provinsi Papua kemungkinan kertas masih akan diutamakan.

Sistem baru itu berbeda dengan sensus penduduk tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan cara tradisional dengan kertas Metode sensus 2020 merupakan metode kombinasi.

Data Mandiri

BPS, lanjut Isbani, akan menggunakan data penduduk utama dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab. Masyarakat datanya akan dimutakhirkan dengan pendataan mandiri melalui sistem computer aided web interviewing (CAWI). Masyarakat akan melaporkan perubahan datanya melalui web dan setelah itu petugas akan mengecek ke rumah serta melakukan wawancara. Untuk itu nantinya sebelum sensus akan dilaksanakan sosialisasi sampai ke RT.

Sebelum dilakukan sensus, BPS sudah melakukan pemetaan wilayah berbasis RT. Untuk pemetaan BPS mengerahkan 598 orang petugas dengan berbasis android. Hasilnya di Klaten ada 9.580 RT, 398. 057 KK, 342.136 tempat tinggal dan 32.098 rumah kosong. Peta ini akan jadi pedoman petugas saat sensus sehingga tidak akan keluar. Selain pemetaan wilayah, BPS mengadakan pemetaan potensi desa. Pemetaan 2019 sedang berlangsung.

Namun hasil pemetaan 2018 berdasarkan indeks pembangunan desa (IPD) di Klaten tidak ada lagi desa tertinggal. Yang ada desa berkembang sebanyak 329 desa dan mandiri 62 desa. Sensus itu bertujuan untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk menuju satu data kependudukan yang terpadu.

Abdul Mursyid, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan mengatakan pemetaan dan potensi desa sebelum sensus merupakan kegiatan penting. ” Untuk menghasilkan data bagi pembangunan,” katanya. Sebab survei itu merupakan kegiatan besar bagi BPS untuk menghasilkan data kredibel. (Achmad H)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here