Ruas Jl Yogya-Solo Prambanan Merayap, Warga Layangkan Protes

0
47
jalan-solo-jogja-padat
ANTREAN KENDARAAN: Antrean kendaraan di Jl Yogya-Solo, mengular di ruas Kecamatan Prambanan, Kamis (27/6). (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com– Pengguna jalan nasional Jl Yogya-Solo memprotes kepadatan kendaraan yang terjadi di ruas Kecamatan Prambanan. Kepadatan karena proyek pembangunan itu menyebabkan antrean kendaraan mengular.

” Kemacetan bahkan sudah mulai di Dusun Pandansimping setelah Kecamatan Jogonalan,” ungkap Anton Sanjaya, salah seorang pengguna jalan, Kamis (27/6).

Dikataknnya, dirinya menggunakan mobil hendak ke Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Saat melintas pukul 14.00 di jalan nasional tersebut, dari arah kota Klaten lancar. Namun masuk ruas ujung Kecamatan Prambanan kendaraan roda empat mulai menumpuk. Kendaraan harus antre dan merayap setapak demi setapak. Penyebabnya ternyata ada proyek pengaspalan jalan di ruas itu.

Jalur yang biasanya satu lajur bisa untuk menampung tiga mobil menjadi hanya satu mobil untuk melintas bergantian. Kepadatan itu ternyata sampai ke setelah simpang tiga SGM dengan jarak sekitar satu kilo meter. Di lokasi itu ditambah parah karena ada pembangunan saluran yang melintas di ruas jalan.

Akibatnya dirinya antre melintas hampir satu jam di ruas tersebut. Jika arus mudik hal itu bisa dipahami tetapi saat ini arus mudik sudah tidak ada. Anehnya di lokasi tidak ada rekayasa atau petugas yang mengurai kemacetan. Bisa jadi petugasnya sedang istirahat karena lelah. Antrean dikhawatirkan bertambah panjang saat jam pulang kerja dan sekolah.

Ada Koordinasi

Ideal, lanjut Anton, sebelum ada kegiatan diadakan koordinasi antarinstansi sehingga kepadatan kendaraan bisa diminimalisasi. Paling tidak ada upaya rekayasa mengantisipasi kemungkinan macet atau padat. Bardi, warga lain mengatakan kepadatan kendaraan cukup panjang sebab jarang sampai ke ruas Pandansimping.

Kasat Lantas Polres Klaten AKP Bobby Anugrah Rahman mewakili Kapolres AKBP Aries Andhi saat dikonfirmasi mengatakan Sat Lantas sudah menempatkan petugas sejak pagi untuk mengantisipasi segala kendala pengguna jalan. ‘

‘ Mungkin personel sedang beristirahat sebab sejak pagi,” katanya.

Kepadatan itu disebabkan karena ada kegiatan pengaspalan jalan agar jalan lebih nyaman. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 Provinsi Jawa Tengah, Tisara Sita menjelaskan pekerjaan jalan tahun 2019 mulai dilanjutkan setelah off melayani arus mudik dan balik. Kegiatan sepanjang 7,4 kilo meter berupa pengasapalan, beton, perbaikan median jalan dan saluran rutin.

Pada bulan Juli ada kegiatan pembangunan saluran melintang jalan raya (cross drain) di simpang tiga SGM, Kecamatan Prambanan ke arah Solo. Selain itu ada pekerjaan cor beton rigid di simpang tiga lampu traffic light SGM. Dua pekerjaan itu beroptensi menyebabkan gangguan pelambatan laju kendaraan. Untuk itu PPK meminta masyarakat memahami, bersabar dan berhati-hati. (Achmad H)

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here