SPI PTN se Indonesia Gelar Workshop Program Kerja Audit Berbasis Risiko

SPI-PTN
SOLO suaramerdekasolo.com – Pengawasan internal di perguruan tinggi negeri (PTN) dinilai penting karena risiko dalam pengolaan PTN semakin besar. Peranan Satuan Pengawasan Internal (SPI) PTN akan menentukan kelancaran audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sehingga predikat WTP dari BPK untuk Kemenristek Dikti akan dapat dipertahankan. 
 
Hal itu dikemukakan Ketua SPI PTN Dr Witarsa dalam pembukaan workshop
Program  Kerja Audit Berbasis Risiko yang digelar Forum Satuan Pengawasan Internal Perguruan Tinggi Negeri (SPI PTN) se Indonesia  di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dari 26-28 Juni 2019. 
 
Sebanyak 110 anggota Forum SPI dari 60 PTN se Indonesia hadir dalam workshop untuk merealisasikan tujuan pengawasan internal agar hasil audit BPK terhadap Itjen Kemenristek Dikti yang menyatakan WTP dapat dipertahankan. 
“Workshop ini untuk menjamin seluruh tanggung jawab di fakultas maupun unit-unit kerja di lingkungan PTN tentang tatakelola keuangan dapat efektif,” katanya. 
 
Menurutnya, workshop SPI PTN tersebut sangat dibutuhkan, untuk  menyamakan program kerja dalam penyusunan rencana pengawasan tahunan didasarkan atas prinsip keserasian, keterpaduan, menghindari tumpang tindih dan pemeriksaan yang berulang-ulang. Selain itu, program kerja SPI PTN dapat efisien dan efektif dalam penggunaan sumber daya, sesuai rencana strategis yang berisi visi, misi, tujuan, strategi, program, dan kegiatan SPI selama lima tahun.
 
Ditambahkannya, workshop tersebut juga untuk menjawab tantangan yang dihadapi SPI PTN, terutama masalah keragaman pendapat tentang tugas dan program kerja SPI PTN , pergantian aparat SPI PTN, rencana strategis PTN yang belum berbasis manajmen risiko dan sebagainya.  Diharapkan kegiatan workshop dapat menemukan solusi yang terbaik agar terwujudnya good univestiy givernance. 
 
Mantan Irjen Kemenristek Dikti, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, yang kini sebagai Rektor UNS, mengingatkan, SPI merupakan pengawal kebijakan rektor di kampus. SPI PTN dia sebut sebagai pihak terpercaya yang mengawal kebijakan Rektor, harus tetap menjaga integritas dan profesional dalam menjalankan tugas. 
“SPI harus terus belajar sambil bekerja, jangan sampai ada yang menyatakan sebagai pengawas belum tahu tugasnya,” ujarnya ketika membuka workshop tersebut. (Evie Kusnindya) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here