Dua Varietas Rojolele Baru Siap Dilepas

0
75
rojolele-baru-dilepas
SIDANG PELEPASAN : Bupati Sri Mulyani didampingi Kepala Bappeda Sunarno menghadiri sidang pelepasan varietas baru rojolele di Bogor, Kamis (27/6).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

*Lolos Sidang Pelepasan Varietas di Kementan

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Penantian Pemkab Klaten untuk mengembangkan kembali padi rojolele akhirnya terpenuhi. Varietas baru Rojolele hasil kerja sama Pemkab Klaten dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) berhasil lolos dalam sidang pelepasan varietas tanaman pangan di Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Kamis (27/6). 

Beras Rojolele merupakan beras premium yang telah menjadi ikon karena nasinya pulen, wangi dan enak. Sayangnya, padi rojolele mempunyai umur panen hingga 160 hari padahal padi umumnya hanya sekitar 105 hari, batangnya juga tinggi sehingga mudah roboh. Hal itu membuat petani kurang berminat menanam, meski harga berasnya jauh lebih tinggi.

‘’Berkat pengembangan varietas yang dilakukan Pemkab Klaten dan BATAN dalam beberapa tahun terakhir, telah diperoleh varietas rojolele baru yang umurnya hanya 105 hari, batangnya pendek, rasanya tetap enak dan pulen, serta lebih tahan hama dan penyakit tanaman,’’ kata Bupati Sri Mulyani.

Bupati menghadiri sidang pelepasan varietas baru Rojolele yang diadakan Dirjen Tanaman Pangan, Kementrian Pertanian RI. Dia didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sunarno, staf ahli Bupati dan Perwakilan BATAN pada sidang yang berlangsung di Hotel Salak Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/6).
‘’Varietas baru rojolele diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Kabupaten Klaten karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Upaya ini sekaligus  bertujuan mengembalikan pamor rojolele sebagai ikon beras unggul asli Klaten,’’ kata Bupati.

Petani bergairah

Dia berharap acara benih rojolele yang masa tanamnya sama dengan beras seperti IR 64, C4 dan lainnya bisa membuat petani bergairan untuk menanam rojolele lagi. Selain itu, batang padi rojolele varietas baru tidak mudah roboh karena lebih pendek dan lebih tahan terhadap serangan hama penyakit.
‘’Rencananya, Pemkab Klaten akan menggelar launching resmi varietas rojolele baru, melakukan perbanyakan benih, penanaman serentak dan pembentukan kelembagaan manajemen produksi, pengelolaan dan pemasaran dari hulu hingga hilir,’’ tegas dia.
Ke depan diharapkan, tamu resmi dan orang-orang yang berkunjung ke Klaten akan menjadikan beras Rojolele oleh-oleh. Bupati juga berharap, aparatur sipil negara (ASN) Klaten juga akan mengonsumsi beras Rojolele. Dengan demikian, petani akan semakin bersemangat menanam beras rojolele.

Saat penyampaian paparan pada sidang pelepasan varietas, Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Batan, Totti Tjiptosumirat mengatakan, sebenarnya ada tiga calon varietas baru hasil risert BATAN di Kabupaten Klaten yang dilakukan di Klaten sejak 2013. 

‘’Ada tiga calon varietas rojolele yang diusulkan untuk dilepas di pasaran, yakni  A.10 (Srinuk), A 82.1 (Srinar) dan A 106.1 (Sriten). Namun, sidang pelepasan varietas tanaman pangan Kementerian Pertanian hanya merekomendasi  dua calon varietas saja, yakni A.10 (Srinuk) dan A.82.1 (Srinar),’’ ujar Totti Tjiptosumirat.

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here