Empat Juri Baru Diturunkan ke Ajang Exess

0
21
panjat-tebing-ajang-exess
JURI: Sejumlah peserta kursus juri menyimak penjelasan tutor juri nasional Marjianto ‘’Ipunk’’ Bialangi Kasim pada pelatihan juri dan pembuat jalur di depan wall boulder kompleks Manahan, akhir pekan lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Kejuaraan Panjat Tebing Pelajar-Mapala

SOLO,suaramerdekasolo.comEmpat juri baru bakal diturunkan pada kejuaraan panjat tebing yang diselenggarakan Mapala Exess di kampus Universitas Setia Budi (USB) Surakarta, Sabtu-Minggu (29-30/6). Mereka merupakan sebagian dari 19 peserta kursus juri panjat tebing lisensi C3 yang digelar Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta, akhir pekan lalu.

‘’Mungkin empat juri baru terbaik yang diturunkan. Pembuat jalur yang baru lulus kursus juga akan dilibatkan pada ajang di USB nanti,’’ kata salah seorang pengurus Pengkot FPTI setempat yang juga pemegang lisensi juri nasional panjat tebing, Marjianto ‘’Ipunk’’ Bialangi Kasim, Jumat (28/6).

Para personel baru perangkat lomba yang diturunkan tersebut merupakan para peserta terbaik dalam kursus. Selanjutnya personel baru yang belum mendapat kesempatan dalam lomba resmi, bakal ditugaskan pada kejuaraan lain tingkat kota/kabupaten yang dilaksanakan pada waktu berikutnya.

‘’Ada sejumlah agenda lomba di Solo dan sekitarnya, jadi memang kebutuhan terhadap juri dan pembuat jalur cukup tinggi,’’ tutur Ipunk.

Atlet Muda

Pengurus lain FPTI Surakarta, Teddy Saba menambahkan, ajang Mapala Exess tersebut akan menjadi arena kompetisi bagi atlet muda Solo dan sekitarnya. Menurut pria yang juga mantan manajer tim panjat tebing Solo pada Porprov Jateng 2018 itu, dua atlet pelajar Kota Bengawan bakal turut bersaing adalah Nanda Devi dan Nandito Sumenang.

‘’Sebenarnya kami tawarkan juga ke para atlet muda lain yang akan mengikuti selekda tim panjat tebing Jateng. Namun mereka pilih berkonsentrasi menghadapi selekda di Banyumas, pertengahan Juli nanti,’’ ujar Teddy.

Salah seorang atlet, Loqman Perdana Sri Isyono menyatakan tak ikut bersaing di kampus USB karena tak ada kelas yang bisa diikutinya. Remaja yang kini menempuh studi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu sudah pasti tidak bisa turut bersaing di kelompok pelajar.

‘’Padahal saya juga tidak ikut sebagai anggota Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam). Jadi memang saya tidak bisa ikut lomba di Exess. Saya justru konsentrasi menghadapi Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Jateng,’’ tutur Loqman.(Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here