Miris, 300 SD/MI Minim Siswa

0
19
sd-mi-minim-siswa
MEMBACA BUKU : Sejumlah siswa membaca buku dari perpustakaan keliling di Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Sekitar 300 SD/MI di Kabupaten Wonogiri saat ini hanya mempunyai siswa tidak lebih dari 50 anak. Sebagian besar sekolah tersebut berada di daerah pinggiran.
 
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Wonogiri Siswanto baru-baru ini mengatakan, jumlah seluruh SD/MI di kabupaten itu sekarang sebanyak 825 sekolah. Terdiri atas 748 SD/MI negeri dan 77 SD/MI swasta. “Dari SD/MI yang ada, sekitar 300 di antaranya masih kekurangan siswa,” katanya, baru-baru ini.
 
Alhasil, rasio antara guru dengan siswa terkadang di bawah 1 : 16, artinya seorang guru hanya menangani tidak lebih dari 16 orang siswa. Jika dilihat dari sisi keuangan negara yang dibelanjakan untuk menggaji guru, rasio kecil itu menjadi tidak efisien. 
 
Namun di sisi lain, jumlah guru PNS di Kabupaten Wonogiri minim. Kabupaten tersebut idealnya mempunyai 7.000 guru PNS, tetapi saat ini hanya ada sekitar 3.000 guru PNS. Kekurangan guru PNS terpaksa ditutup oleh para guru tidak tetap (GTT).
 
Minimnya siswa di sekolah daerah pinggiran karena semakin banyak pasangan usia subur yang merantau ke luar daerah. Pasangan yang baru saja menikah biasanya akan langsung pergi merantau sehingga jumlah anak usia sekolah semakin sedikit. Di samping itu, kesuksesan program KB juga ikut berpengaruh.
 
Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang masih minim di daerah pinggiran. “Sekolah-sekolah di pinggiran semakin kesulitan mencari siswa baru. Orang-orang tua sekarang memilih untuk tidak mempunyai banyak anak, seperti orang tua zaman dulu,” imbuhnya.
 
Dia mengungkapkan, jumlah siswa SD/MI di Kabupaten Wonogiri semakin menurun dari tahun ke tahun. Sepuluh tahun lalu, jumlah siswa yang mengikuti ujian masih berkisar 15.000 anak. Namun, tahun ini jumlah siswa yang tercatat mengikuti ujian hanya sekitar 13.000 anak. (Khalid Yogi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here