Pemkab Karanganyar Gagas Kredit Murah Sekali untuk UMKM

pameran-kuliner-karanganyar
KULINER – Bupati Juliyatmono berfoto bersama pengusaha perempuan di stand pameran kuliner Pujasera.(suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Pemkab Karanganyar menggagas kredit murah sekali untuk pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) setelah mereka mulai menggeliat, dan mulai banyak bergabung dengan ICSB (International Council  Smaal Bussines) Karanganyar yang terbentuk sebelum puasa lalu.

‘’Saya sedang berpikir meminta bank milik pemkab seperti Bank Daerah, BKK Karanganyar, Bank Karanganyar, BPR Tasikmadu, supaya menjembatani ini. Kalau Bank Jateng sudah ada kredit Jateng 25 untuk UMKM, maka harusnya pemkab juga bisa,’’ kata Bupati Juliyatmono usai membuka pameran kuliner ICSB di Pujasera, Jumat.

Dia mengatakan, kredit murah itu penting agar mereka yang bergerak di usaha mikro yang butuh Rp 3 juta, Rp 5 juta, paling banyak Rp 25 juta, tidak kesulitan modal. Mereka harus diajari berhubungan dengan bank secara sehat. Jangan melulu ke rentenir.

Sejak ada ICSB pengusaha mikro dan kecil memang mulai tumbuh. Dan itu peluang bagus agar masyarakat terbiasa berwirausaha. Harus dilatih bekerja keras, menghilangkan sifat iri, dengki melihat usaha temannya maju, pergi ke dukun, dan lainnya.

Semua usaha perlu dimulai dari kecil, ulet, dengan berbagai cara supaya bisa eksis, dikenal, dan suatu saat memetik hasilnya menjadi usaha yang besar. Jika tidak mau seperti itu, maka rugi. Manfaatkan semua sarana, dan pemerintah akan membuka sarana untuk itu.

Joko Sutrisno ketua ICSB mendukung langkah bupati sesegera mungkin memberikan modal untuk UMKM itu. Sebab modal yang sebetulnya tidak seberapa itu sangat berarti buat mereka, agar tidak terjebak pada rentenir, bank plecit, dan lainnya.

ICSB sudah memulai dengan melatih pengusaha mikro di setiap kecamatan untuk bergerak, menggeliat, memanfaatkan semua sarana yang ada. Orang banyak memegang ponsel namun hanya untuk hal kurang perlu saja.

‘’Sebetulnya ponsel bisa untuk internetan, untuk marketing, mengenalkan produk, memesan model delivery order, bisnis online, dan sejenisnya. Ini yang mencoba dikenalkan ICSB agar orang sadar bisa berbisnis. Dan juga dikenalkan dengan bank secara sehat.’’

Dan itu dilakukan secara berkala, setiap minggu selalu ada dan berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Sehingga geliat wirausaha di Karanganyar semakin bergelora. Selain itu seminar dan konsultasi lewat WA Group yang dilayani para ahli untuk menularkan ilmu bisnisnya. Mereka kebanyakan praktisi sehingga yang dikemukakan selalu solusi tepat berdasarkan pengalaman.

Salah satu contok pengembangan Bumi Perkemahan Sekipan, Tawangmangu. Sekarang sudah lebih dari 50 stand untuk memamerkan produk kerajinan Karanganyar. Semua tergantung keahliannya menjual, dan seleksi alami yang kurang laku pasti akan menyisih sendiri.(joko dh)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here