18 Desa Rawan Kekeringan

0
15
siaga-darurat-kekeringan-klaten
TANGKI AIR: Truk tangki air BPBD Pemkab Klaten mulai mengirimkan air bersih ke Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang.(suaramerdekasolo.com/Achmad Hussain)
KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com. Sebanyak 18 desa/kelurahan di enam kecamatan di Karanganyar rawan kekeringan, pada musim kemarau tahun ini. 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasinya, dengan pengiriman bantuan air bersih jika diperlukan. 
Wilayah rawan kekeringan tersebut adalah Desa Banjarharjo di Kecamatan Kebakkramat. Kemudian Desa Jatirejo, Desa Paseban dan Desa Lemahbang di Jumapolo, Kelurahan Gayamdompo di Karanganyar. 
Lalu Desa Sedayu, Desa Kebak, Desa Gemantar, Desa Genengan, Desa Sambirejo, Desa Ngunut, Desa Tugu, Desa Sukosari, Desa Blorong di Jumantono. 
Kemudian Desa Dayu, Desa Karangturi, Desa Plesungan di Gondangrejo, serta Desa Munggur di Mojogedang. 
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar Bambang Djatmiko mengatakan, menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau akan terjadi Agustus atau September. 
“Ada beberapa wilayah di Karanganyar yang rawan kekeringan, namun sejauh ini belum ada laporan dari warga maupun relawan, tentang dampak kemarau,” katanya. 
Meski demikian, BPBD tetap siaga, dengan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti PDAM Tirta Lawu maupun Baznas Karanganyar, jika sewaktu-waktu perlu bantuan dropping air bersih. 
“Di beberapa wilayah kekeringan, juga sudah dibuat sumur dalam, seperti di Jumantono dan Gondangrejo. Sehingga dampak kekeringan jauh berkurang, karena penyediaan air bersih masih tercukupi dari sumur dalam,” tuturnya. 
Selain itu, Pemkab Karanganyar juga menyiapkan dana khusus, yang bisa digunakan sewaktu-waktu jika terjadi bencana kekeringan. 
Bambang mengatakan, yang perlu diwaspadai masyarakat adalah bahaya kebakaran. Cuaca yang panas, berpotensi menyebabkan kebakaran. “Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan kosong, lahan tebu, ataupun membakar sampah sembarangan. Sebab bisa memicu terjadinya kebakaran yang besar,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here