Pasca Putusan MK, Muhammadiyah Tetap Netral dan Kritisi Pemerintah

putusan-mk-muhammadiyah-netral
SOUVENIR – Jamaah haji menerima souvenir dari RS PKU Papahan untuk dibawa ke Tanah Suci, Jumat (28/6) malam.(suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com  – Muhammadiyah tetap bersikap netral pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan Prabowo-Sandi, dan tetap pada posisi siap mengkritisi pemerintah agar tetap pada rel yang benar.

‘’Tentu saja sikap kritis itu tertuang dalam semangat dakwah yang dilandaskan pada jalur bik hikmah, memberikan arti hikmah dari sebuah kebijakan, maudzotil hasanah, memberi contoh yang baik, dan wajadilhum billati hiya ahsan, dengan cara yang baik, bukan menjelek-jelekkan,’’ kata Anhar Ansyari PhD, wakil ketua bidang tabligh dan dakwah khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah, saat pelepasan haji di halaman RS PKU Papahan, Jumat (28/6) malam.

Bagaimanapun, ormas Muhammadiyah tetap lembaga yang bergerak dalam dasar dakwah. Karena itu semua tindakannya terukur dari sikap dakwah tersebut. Meski dalam posisi mengkritisi tetap harus sesuai dengan syariat.

Dia mengatakan, ukuran lain adalah sampai seberapa pemerintah ini menyeimbangkan antara amar makruf dan nahi mungkar. Mengajak pada kebaikan dan melarang yang buruk. Semuanya harus seimbang dan sama.

‘’Mana kebijakan yang mengajak yang benar, dan mana kebijakan yang kurang benar, maka harus dibuat seimbang dengan menunjukkan bahwa yang salah itu wajib diluruskan. Dan tugas ini memang akan terasa berat. Sebab menunjuk kebijakan ini salah pasti harus menunjukkan yang benar dan lurus. Serta meminta pemerintah untuk menghentikan,’’ kata Ansyari.

Ini  sikap yang bukan mudah, sebab berbeda denga pemerintah. Dan ini butuh pelurusan, namun jalannya juga harus dengan cara hikmah, mauidzoti hasanah, wajafilhum billati hiya ahsan tersebut, sehingga tidak akan menyinggung siapapun.

Muhammadiyah hanya berpikir semua itu dalam rangka membentuk negeri yang baldatun thoyyibun ghofur, negeri yang gemah ripah loh jinawi, dekat dengan rahmat dan ampunan Allah. Itu patokan bakunya dalam sikap organisasi.

Dia juga meminta untuk segera dilakukan rekonsiliasi sehingga terbentuk persatuan dan kesatuan bangsa. Tanpa yang menang merasa wah, dan yang kalah harus minggir sebab kalah semuanya. Bukan begitu.

Dalam sambutannya, Ketua Muhammadiyah Karanganyar Syamsuri mengatakan, kegiatan pelepasan jamaah haji Karanganyar yang tahun ini berjumlah 561 jamaah itu merupakan tradisi yang baik dilakukan kalangan Muhammadiyah.

‘’Terutama kita mengingatkan pada mereka, bahwa mereka agar mendoakan Karanganyar agar tetap bersatu, ayem, dan tenteram tidak kurang suatu apa. Selain itu juga memohon doa semoga RS PKU Muhammadiyah, Papahan yang akan memperluas gedung layanan 1 Agustus mendatang bisa lancar,’’ kata dia.

Bupati Juliyatmono dalam kesempatan itu meminta jamaah banyak bersyukur sebab haji adalah ibadah khusus, yang mungkin suatu ketika tinggal menjadi mimpi sebab waktu antrean yang sangat panjang. Bisa jadi yang antre sudah kedahuluan meninggal saking lamanya.(joko dh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here