Proses Regenerasi yang Terputus di Keraton Surakarta

0
460
Regenerasi-Keraton-Surakarta1
PUTRI tertua Gusti Moeng yang bernama BRA Lung Ayu (20), adalah penari putri andalan Sanggar Pawiyatan Beksa, lulusan Fakultas Hukum UNS yang kini mengurus bagian keuangan Istana Mataram Surakarta. (Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

*Akibat Ontran-ontran dan Rekonsiliasi tak Jelas Arahnya

BERLANGSUNGNYA prahara ontran-ontran yang mulai pecah sejak proses suksesi alih kepemimpinan di Keraton Surakarta terjadi di tahun 2004, ternyata sangat mengganggu proses aktivitas yang menyangkut tugas, kewajiban dan tanggungjawab Keraton Surakarta, baik secara internal maupun eksternal. Proses urgen yang sangat mendasar dalam upaya meneggakkan eksistensi dan pelestarian produk budaya (Jawa) yang bersumber dari keraton yang terganggung itu, adalah tahapan estafet regenerasi atau transfer knowledge dan tatanilai serta segala pengalaman, dari generasi kedua setelah Sinuhun Paku Buwono (PB) XII (putradalem-Red) kepada para wayahdalem atau cucu-cucunya.

Tahapan estafet proses regenerasi yang berupa penyiapan SDM secara alamiah di internal habitat Keraton Surakarta itu, kini benar-benar mengkhawatirkan akibat prahara yang tersulut dan pecah di tahun 2004 itu, hingga kini tak ada tanda-tanda akan berakhir.

Walau rekonsiliasi mulai diinisiasi pemerintah (sejak Presiden SBY-Red), hingga Presiden Jokowi membentuk tim sampai berganti figur (terakhir Menko Polhukam Wiranto-Red), tanpa arah yang jelas yang membuat situasinya malah makin carut-marut dan benar-benar mengacaukan kerja proses regenerasi di internal lembaga masyarakat adat penerus Dinasti Mataram itu.

Regenerasi-Keraton-Surakarta2
BRM Suryo Triyono (28) adalah putra bungsu KGPH Puger, selain sebagai staf Kantor Museum dan Pariwisata Keraton Surakarta, adalah penari putra handal Sanggar Pawiyatan Beksa Keraton Surakarta yang sedang berlatih bersama bocah kelas 3 SD bernama RM Bagus Mahendra Suryo Wibowo, anak kakak sulungnya. (Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Memang, ketika KGPH Hangabehi yang di tahun 2004 didukung sebagian besar komponen kerabat jumeneng nata sebagai Sinuhun PB XIII, kalangan anak-anak mereka atau wayahdalem (PB XII) rata-rata masih remaja atau dipersepsikan belum matang untuk duduk dalam urusan otoritas di berbagai kantor Pengageng di bebadan (kabinet) yang ada. Tetapi, sejumlah putra-putridalem PB XII yang dimotori GKR Wandansari Koes Moertijah memulai proses regenerasi itu karena memikirkan nasib dan kelangsungan keraton ke depan.

Halaman: First |1 | 2 | 3 | ... | Selanjutnya → | Last

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here