Usai Terima Sertifikat Perpusnas RI, SD Muhammadiyah 1 Diharap Jadi “Virus” Membaca

4
sd-muhammadiyah-1-surakarta
Para perwakilan penerima sertifikat dari Perpusnas yang diserahkan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakan Daerah Kota Surakarta. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)
SOLO,suaramerdekasolo.comMembaca buku di kalangan siswa masih menjadi hal yang belum membudaya. Namun hal itu tidak berlaku di SD Muhammadiyah 1 Surakarta.  Karena budaya membaca siswanyaperpustakaan sekolah ini menerima sertifikat akreditasi A dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. 
 
Sertifikat dikserahkan oleh Kepala Arpusda Kota Surakarta Sis Ismiyati. Sis mengemukakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Surakarta telah mengeluarkan sertifikat akreditasi yang dikeluarkan oleh perpusnas (Perpustakaan Nasional) Republik Indonesia.
 
Sis mengemukakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Surakarta telah mengeluarkan sertifikat akreditasi yang dikeluarkan oleh perpusnas (Perpustakaan Nasional) Republik Indonesia yang diterima langsung oleh Imam Priyanto, mewakili Kepala Sekolah Sri Sayekti. 
 
“Alhamdulillah, kami menerima secara resmi sertifikat Standar Nasional Perpustakaan dengan nilai predikat Akreditasi A tertanda tangan Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando,” kata Imam mewakili Kepala Sekolah Sri Sayekti. 
 
Akreditasi perpustakaan yang terletak di Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, berlaku 30 April 2019 hingga 30 April 2019.
 
“Kami berharap  SD Muh 1 ini bisa menjadi virus-virus sekolah lain untuk menularkan budaya membaca,” kata Sis Ismiyati seusai menyerahkan sertifikat akreditasi kepada perwakilan pengelola perpustakaan.
 
Rinciannya meliputi MTs Negeri  2, SD Muhammadiyah 1 Ketelan, SMPM PK Kotta Barat, SD Widya Wacana 6, SD Pangudi Luhur terakreditasi A, SMA N 3, Universitas Setia Budi, SMP N 6 terakreditasi B dan SMA N 6, SMP Kristen 1 terakreditasi C. (Evie Kusnindya) 
 
 

4 KOMENTAR

  1. SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sekolah Pendidikan Karakter berbasis TIK dan Budaya, jelang usianya yang ke 84 tahun telah berubah dari sisi akademik non akademik, sarpras, keislaman, dsb yang terbaru pembelajaran berbasis e learning dan optimalisasi inovasi inovasi seperti radio streaming solo belajar, kantin sehat, UKS modern, buka, dengan tata kelola terukur, terarah dan berkelanjutan

Tinggalkan Pesan