Diajeng Rebut 2 Poin dari Babak Pertama dan Kedua

0
11
pecatur-Indonesia
KONSENTRASI : Pecatur Indonesia Diajeng Theresa Singgih bertanding melawan pecatur India Aakanksha Hagawane dalam pertandingan babak ketiga ajang Asian Juniors Chess Championship (AJCC) 2019 di Puri Kencono Ballroom Hotel Lor In, Colomadu, Karanganyar, Rabu (3/7). (suaramerdekasolo.com/dok)
SOLO, suaramerdekasolo.com. Pecatur putri Indonesia, Diajeng Theresa Singgih, berhasil merebut dua poin dari pertandingan babak pertama dan kedua ajang Asian Juniors Chess Championship (AJCC) 2019, yang digelar Selasa (2/7). 
 
Selain Diajeng, pecatur putri Indonesia lainnya gagal meraih poin penuh dari pertandingan babak pertama dan kedua. Ummi Fisabilillah, salah satu pecatur andalan merah putih, merebut poin 1,5 dari dua babak tersebut.
 
Pada pertandingan babak ketiga, Rabu (3/7), Diajeng bermain di meja utama, dengan lawan Aakanksha Hagawane dari India.
 
Sedangkan dari putra, tak ada yang berhasil merebut poin penuh. Dua pecatur yakni Aditya Bagus Arfan dan Yoga Pradafa Harahap merebut poin 1,5 di babak pertama dan kedua. Keduanya bertemu di pertandingan babak ketiga, Rabu (3/7).
 
AJCC 2019 digelar selama 9 hari, 1-9 Juli mendatang, di Puri Kencono Ballroom Hotel Lor In, Colomadu, Karanganyar.
 
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem, ditemui di sela memantau pertandingan babak ketiga, Rabu (3/7) mengungkapkan, pertandingan masih di tahap awal.
“Belum kelihatan, mana pecatur yang akan jadi unggulan. Masih awal. Yang jelas, pertandingan sudah berjalan ketat. Biasanya di tiga babak terakhir, baru bisa kelihatan, mana yang akan jadi juara, mana yang akan dapat norma,” katanya.
 
Total, ada sembilan babak yang akan dilakoni dalam pertandingan nomor standar atau klasik. Dari setiap babak, pecatur yang menang akan mendapat 1 poin, remis mendapat setengah poin, kalah nol poin. “Peluang setiap pecatur masih terbuka. Karena juaranya nanti kan akumulasi poin dari sembilan babak,” tuturnya.
 
Menurutnya, pecatur Indonesia yang mendapat poin 2 maupun 1,5 dari pertandingan babak pertama dan kedua, juga berpeluang kuat untuk terus melaju. Secara kemampuan, mereka tidak kalah dari pesaingnya.
 
Diajeng, menurut Liem, pernah menjuarai kejuaraan tingkat Asean, serta langganan juara dalam turnamen di Indonesia. Pemegang gelar Women Fide Master (WFM) ini kerap bermain di level senior untuk menggenjot prestasinya. Sedangkan Yoga Pradafa Harahap pernah masuk pelatnas lapis dua tim Indonesia. “Semua masih tahap penjajakan. Masih ada peluang. Biasanya, kalau sudah mendapat 7 poin, kans menjadi juara terbuka lebar,” tuturnya.
 
Mengenai peta kekuatan antarnegara peserta, Liem menyebut, pecatur India, Iran, Filipina dan Vietnam bagus-bagus. “Bahkan pecatur Vietnam, Nguyen Anh Khoi, termasuk favorit juara. Dia bergelar International Master (IM), tapi ratingnya sudah 2516. Mainnya sudah selevel Grand Master (GM),” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here