PPDB Unik, Calon Siswa Harus Bawa Botol Bekas

0
26
ppdb-unik
DAFTAR SEKOLAH : Antrean siswa yang mendaftar di SMPN 1 Jogonalan, Klaten, mereka bisa menukar botol bekas dengan stopmap untuk pendaftaran secara gratis.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdekasolo.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 1 Jogonalan, Kabupaten Klaten tergolong unik. Calaon siswa yang mendaftar sejak Senin, 1 Juli 2019, itu harus membawa botol plastik bekas untuk ditukar dengan stopmap gratis.

Namun tak semua siswa datang dengan membawa botol. Ada yang lupa atau belum tahu kalau harus membawa notol bekas ukuran 1 liter tanpa syarat bentuk botol. Mereka bisa menyerahkan botol bekas saat mengambil surat validasi pendaftaran keesokan harinya.

‘’Kami memang meminta calon peserta didik untuk membawa botol plastik bekas ukuran 1 liter untuk ditukar dengan stopmap secara gratis di ruang informasi. Bagi yang lupa belum membawa botol, bisa menyerahkan saat mengambil surat validasi, tapi kebanyakan sudah membawa,’’ kata Kepala SMPN 1 Jogonalan, Endah Sulistyowati, Rabu (3/7).

Menurutnya, langkah itu merupakan bagian dari program puasa plastik yang telah diterapkan di Sekolah Adiwiyata itu. Sekolah amblil peran dalam pengurangan sampah plastik yang sangat sulit terurai. Botol-botol tersebut dikumpulkan oleh panitia pendaftaran. Hingga Rabu (3/7), jumlah botol yang terkumpul sudah mencapai 523 buah.

Kegiatan itu bertujuan sampah plastik bisa berkurang dan sampah plastik yang ada di lingkungan sekitar sekolah bisa dikelola dengan baik. Botol-botol itu nantinya akan dibuat ekobrik dengan diisi plastik bekas pakai agar tidak dibuang ke tempat pembuangan sampah atau di sembarang tempat, sehingga lingkungan semakin bersih.

‘’Saat ini, botol yang terkumpul sudah 523 dari 508 pendaftar. Sedangkan daya tampung kelas VII ada 288 siswa. Pada Masa Orientasi Sekolah (MOS) akan ada materi pembuatan ekobrik untuk semua siswa dengan program 1000 ekobrik dari Klaten untuk Indonesia,’’ ujar Endah.

Selain botol yang dibawa calon siswa saat pendaftaran, nantinya sekolah akan meminta anak kelas VIII dan IX serta guru dan karyawan untuk membawa masing-masing 1 botol bekas ukuran 1 liter. Jumlah total seluruh siswa mencapai sekitar 900, maka target 1000 ekobrik optimis tercapai bila ditambah botol dari guru dan karyawan sekolah.

‘’Rencananya, 1.000 ekobrik itu nantinya akan digunakan untuk membuat pagar taman di lahan asuh sekolah dan membuat gapura Sekolah Adiwiyata. Dengan dukungan seluruh keluarga besar SMPN 1 Jogonalan, saya optimis program puasa plastik akan tercapai sehingga sampah plastik di sekolah kami akan jauh berkurang,’’ tegas dia.

Upaya itu dilakukan sejalan dengan langkah menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional. Saat ini, SMPN 1 Jogonalan sudah mewajibkan siswa untuk membawa botol minum dari rumah agar saat membeli minuman tidak menggunakan plastik. Makanan di kantin sekolah juga sudah dikondisikan agar tidak menggunakan kemasan plastik.(Merawati Sunantri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here