Sungai Bawah Tanah Ditemukan di Pracimantoro

0
167
sungai-bawah-tanah
MENURUNI GUA : Tim pecinta alam menuruni gua untuk memeriksa kondisi sumber air bawah tanah di Dusun Jenar RT4 RW15 Desa/Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Rabu (3/7). (suaramerdekasolo.com/Dok)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Seorang penggali batu menemukan sebuah sumber air bawah tanah di Dusun Jenar RT4 RW15 Desa/Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Selasa (2/7). Misran (50) penggali batu tersebut terkejut ketika batu yang hendak dia belah amblas ke dalam tanah.
 
Camat Pracimantoro Warsito mengungkapkan, palu yang digunakan penggali batu itu bahkan ikut terjatuh ke dalam lubang. “Batunya amblong (amblas) palunya ikut masuk ke dalam lubang,” katanya, Rabu (3/7). 
 
Beruntung penggali batu tidak ikut terperosok ke dalam lubang yang tercipta di lahan milik Ny Katemi tersebut. Pasalnya, lubang yang baru saja terbentuk itu hanya berdiameter sekitar 50 sentimeter. Namun, kedalamannya lebih dari 3 meter.
 
Setelah diperiksa, di dalamnya terdapat rongga yang lebih besar dan sebuah kolam dengan diameter mencapai sepuluh meter. “Kedalaman airnya mencapai tujuh meter,” imbuhnya.
 
Warga kemudian melaporkannya kepada pemerintah setempat yang diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri. Setelah menerima laporan tersebut, tim BPBD dan mahasiswa pecinta alam dari Solo memeriksa penemuan sumber air baru.
 
Lubang di permukaan tanah yang semula berdiamater 50 sentimeter, diperlebar lagi menjadi satu meter agar tim leluasa masuk ke dalam lubang. Tim mendapati sebuah sumber air dengan debit yang besar.
 
Menurut Warsito, sumber air tersebut berhubungan dengan sumber-sumber lain di dekatnya, seperti sumber Sinung dan sumur-sumur bor milik warga. “Masih ada lubang yang kemungkinan mengarah ke utara dan timur. Debitnya cukup besar. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air bersih,” ujarnya.
 
Beberapa warga Dusun Jenar sendiri sudah memiliki sumur bor, tidak jauh dari penemuan sumber air itu. “Di sekitarnya ada dua sumur bor dengan kedalaman 30 dan 40 meter. Airnya cukup untuk warga. Saya sendiri juga punya sumur dengan kedalaman 38 meter,” kata Warsito yang juga tinggal di Desa Pracimantoro.
 
Terpisah, kepala BPBD Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, pihaknya bersama relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan mahasiswa pecinta alam dari Solo sudah melakukan pengecekan awal. “Hasil pemeriksaan awal, jarak antara permukaan tanah dengan permukaan air sekitar 5,52 meter. Sedangkan kedalaman air mencapai 7,52 meter. Diameter di dalam rongga mencapai 10 meter,” ujarnya.
 
Pengamanan sementara dilakukan dengan memasang batas pengaman. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Geologi untuk melakukan kajian teknis lanjutan. (Khalid Yogi)
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here