13 RTLH di Jatiroyo Direhab Saat TMMD

0
12
perbaikan-rtlh
Ilustrasi perbaikan rumah. (suaramerdekasolo.com/Yusuf Gunawan)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com. Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Jatiroyo, Kecamatan Jatipuro mencapai 42 unit. Namun belum semuanya bisa tertangani, karena keterbatasan anggaran. 
Rencananya, dari jumlah tersebut, 13 unit akan direhab dalam progra, TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkung Tahap II, yang akan dilaksanakan antara 11 Juli hingga 9 Agustus. 
Camat Jatipuro Eko Budihartoyo mengatakan, 13 unit RTLH yang direhab dibiayai Pemprov Jateng dan Pemkab Karanganyar. 
“Tiga unit dibiayai APBD provinsi, 10 unit dibiayai APBD kabupaten. Setelah itu, masih ada 29 unit RTLH yang juga butuh sentuhan,” katanya, dalam Rakor Persiapan TMMD Sengkuyung II di Ruang Podang I Gedung Setda Karanganyar, Kamis (4/7). 
Dia berharap, Pemkab bisa membantu solusi untuk perbaikan 29 unit RTLH yang belum tersentuh. Agar ke depan, tidak ada lagi RTLH di Desa Jatiroyo. 
Menanggapi hal itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta agar pihak kecamatan dan desa mendata seluruh RTLH yang ada di wilayahnya. 
“Untuk yang belum tersentuh, akan diupayakan anggaran dari APBD ataupun sumber lain  yang sah. Nanti disalurkan untuk perbaikan RTLH. Kita guyubke unsur Pemerintah, TNI dan Polri, agar masalah seperti ini cepat tertangani,” tuturnya. 
Mengenai pelaksanaan TMMD, Bupati agar nanti bisa untuk melihat langsung proses pengerjaannya, serta bertemu dengan masyarakat. 
“Ngundangnya jangan pas pembukaan dan penutupan saja. Tapi di tengah-tengah pelaksanaan, semoga bisa hadir. Agar bisa ketemu warga, untuk mendengar langsung persoalan di masyarakat,” katanya. 
Sementara itu, Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Andi Amin Latama mengatakan, program TMMD dilakukan untuk membantu agar daerah terpencil terbuka dari isolasinya. 
Menurutnya, pekerjaan pembuatan jalan menjadi sasaran paling strategis, agar daerah yang terpencil lebih mudah diakses. 
“Nanti juga akan dibuat sumur artesis, untuk membantu ketersediaan air bersih. Anggaran yang disiapkan Rp 600-an juta, dengan rincian Rp 535 juta dari pemerintah dan Rp 72,2 juta dari swadaya masyarakat,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here