Ombak Tinggi Enam Meter, Nelayan Paceklik Ikan

0
17
ombak-tinggi-nelayan-paceklik
MENCARI IKAN : Seorang nelayan mencari ikan di Pantai Nampu, Dusun Dringo, Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Ombak tinggi melanda di pantai selatan Jawa. Gelombang di laut mencapai ketinggian 4-6 meter. Kondisi itu membuat para nelayan di wilayah Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri tidak bisa bekerja mencari lobster dan rumput laut. Kondisi itu diperparah dengan musim kemarau yang membuat pertaniannya menurun tajam.
 
Kepala Desa Paranggupito Dwi Hartono menuturkan, gelombang tinggi yang terlihat di Pantai Sembukan, Desa Paranggupito mencapai ketinggian 2,5 – 4 meter. “Terkadang bahkan sampai enam meter. Ombaknya sampai menyentuh jembatan yang ada di Pantai Sembukan,” katanya, Kamis (4/7).
 
Akibatnya, para nelayan tradisional tidak bisa mencari lobster dan rumput laut. Sebab, gelombang tinggi itu sangat membahayakan keselamatan nelayan yang biasanya mencari lobster dan rumput laut dari tebing-tebing pantai. 
 
“Kalau kondisi seperti ini, tidak ada yang berani menangkap lobster dan mencari rumput laut. Rumput laut yang mau dipetik pada hanyut terkena ombak,” imbuhnya.
 
Harga lobster bisa mencapai Rp 200.000-250.000 per kilogram. Adapun harga rumput laut yang baru saja dipetik dalam keadaan basah biasanya sekitar Rp 1.000-1.500 per kilogram. Sedangkan rumput laut kering mencapai Rp 8.000 per kilogram.
 
Beberapa di antara mereka terpaksa hanya mengandalkan nafkah dari bercocok tanam. Namun, hasil bumi saat ini menurun tajam karena kemarau panjang. Dia mencontohkan, produksi singkong kini menurun hingga 2/3 dari kondisi normal. 
 
“Kalau bagus, satu pohon singkong bisa dapat 3-4 kilogram. Tapi sekarang produksinya tinggal 2/3. Bahkan, terkadang tidak ada isinya (umbinya), cuma seperti pentol korek. Akhirnya ya cuma dipakai buat pakan ternak,” ujarnya.
 
Terpisah, kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cilacap telah memperkirakan cuaca berlaku mulai tanggal 4 Juli jam 07.00 sampai 7 Juli 2019 jam 07.00.
 
Dalam perkiraan tersebut, gelombang setinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta. Selain itu juga berpeluang terjadi di Samudera Hindia sebelah selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta. BMKG meminta masyarakat di pesisir pantai agar selalu waspada. (Khalid Yogi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here