Peluang Indonesia di Nomor Catur Standar Cukup Berat

0
41
catur-junior-asia
BERSAING : Pecatur dari 11 negara melakoni pertandingan babak keempat ajang Asian Juniors Chess Championship (AJCC) 2019 di Puri Kencono Ballroom Hotel Lor In, Colomadu, Karanganyar, Kamis (4/7). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

SOLO, suaramerdekasolo.com. Peluang pecatur putra dan putri Indonesia untuk bisa menyodok ke peringkat tiga besar cukup berat, dalam ajang Asian Juniors Chess Championship (AJCC) 2019 yang digelar di Puri Kencono Ballroom Hotel Lor In, Colomadu, Karanganyar. 
Hingga usai pertandingan babak ke empat nomor standar atau catur klasik, Kamis (4/7) siang, posisi tiga besar diduduki pecatur negara lain. Pecatur harus melakoni sembilan babak pertandingan pada nomor catur standar. 
Pecatur putra Anh Khoi Nguyen dari Vietnam berada di peringkat pertama dengan 4 poin, karena belum terkalahkan sejak babak pertama. Sementara di peringkat kedua dan ketiga adalah Kaumandur Srihari Raghunandan dari India dengan 3,5 poin dan Mahdi Gholami Orimi dari Iran dengan 3 poin. 
Sementara untuk putri, Assel Serikbay dari Kazakhstan memimpin dengan 4 poin, disusul Sakshi Chitlange dan Aakanksha Hagawane, keduanya dari India, masing-masing dengan 3,5 poin di peringkat kedua dan ketiga. 
Pecatur putra Indonesia yang masih cukup berpeluang untuk naik ke peringkat atas tinggal Catur Adi Sagita yang mengantongi 3 poin dari empat babak pertandingan dan berada di posisi keenam. 
Di peringkat kesembilan dan kesepuluh, ada Constantius Leonardo Pratama dan Yoga Pradafa Harahap yang memiliki 2,5 poin dari empat pertandingan. 
Pecatur putri Ummi Fisabilillah juga masih berada di 10 besar, hingga pertandingan babak keempat berakhir. Dia berada di posisi 9, dengan 2,5 poin. 
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem mengatakan, Nguyen dan Assel termasuk salah satu pecatur favorit juara, karena belum terkalahkan sejak babak pertama. 
“Sejauh ini, yang kuat itu dari Vietnam, India, Iran dan Kazakhstan. Untuk putra, Nguyen belum tertahankan. Dia memang sudah level Grand Master (GM), meski gelarnya International Master (IM). Ratingnya sudah di atas 2500,” jelasnya. 
Sedangkan untuk putri, pecatur India dan Kazakhstan sama-sama kuat. Apalagi pecatur Kazakhstan memiliki jam terbang cukup tinggi dan kerap bermain dalam turnamen di Eropa. “India dan Kazakhstan kekuatannya seimbang di AJCC 2019,” tuturnya. 
Harapan Indonesia untuk meraih emas, tinggal tertumpu pada Catur Adi Sagita,  yang memiliki 3 poin. Jika dia bisa memenangkan lima pertandingan yang tersisa, bukan tidak mungkin dia akan merebut prestasi puncak. 
“Di babak keempat, Catur bisa mengalahkan Rakesh Kumar Jena dari India yang ratingnya lebih tinggi. Dia saat ini menjadi harapan tim Indonesia. Baru kalah sekali dari empat babak. Untuk juara, paling tidak bisa mengumpulkan minimal 7 poin,” jelasnya. 
Namun tidak dipungkiri, langkah pecatur Indonesia dalam lima pertandingan tersisa cukup berat. Sebab, lawan yang dihadapi juga cukup kuat. “Masih ada peluang, tapi cukup berat. Harus konsentrasi penuh dan tidak boleh salah langkah,” katanya. 
Harapan untuk meraih medali emas, juga ada di nomor catur kilat yang akan dipertandingkan 8 Juli mendatang. Pecatur andalan Indonesia, Novendra Priasmoro, akan diterjunkan di nomor pertandingan tersebut. 
Sebelumnya, pada nomor pertandingan catur cepat yang dipertandingkan 1 Juli lalu, Novendra merebut medali perak. Medali emas catur cepat direbut Anh Khoi Nguyen dari Vietnam. 
“Novendra berpeluang merebut emas di catur kilat. Dia kandidat GM. Sudah mengantongi tiga norma GM, tapi ratingnya belum cukup untuk menjadi GM. Makanya dia tidak turun di nomor standar AJCC 2019, karena kalau sampai kalah, ratingnya bisa turun. Terlalu riskan. Dia hanya tampil di nomor catur cepat dan catur kilat,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here