Pendidikan Vokasi, Jawaban Masalah Bonus Demografi

0
14
sma-pradipta-dirgantara
BUKA ACARA : Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri membuka MOS dan ACA National Championship di SMA Pradita Dirgantara Solo, Rabu (3/6). (suaramerdekasolo.com/Langgeng)

*SMA Pradita Dirgantara Tuan Rumah MOS dan ACA National Championship

SOLO,suaramerdekasolo.com-Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemerintah mendorong terlaksananya pendidikan vokasi, agar mampu menghadapi bonus demografi di 2030.
Pasalnya, kata Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, bonus demografi bisa menjadi berkah dan bencana. Menjadi berkah apabila SDM yang tersedia berkualitas, pekerja keras, dan tidak sedikit-sedikit mengeluh.
Dan bonus demografi akan menjadi bencana apabila SDM yang dimiliki tidak berkualitas. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah menggenjot pendidikan vokasi sebagai bekal.
Dari sisi kualitas, kata dia, sejauh kualitas SDM di Indonesia cukup memadai. Dan dari sisi lain kuantitas, jumlah SDM cukup banyak namun persebaran masih jadi tantangan bagi pemerintah.
Berdasar data, kata dia, jumlah angkatan kerja nasional sekitar 129 juta orang, dimana 58% lulusan SD dan SMP. Perbandingannya, dari 10 tenaga kerja, 6 orang lulusan SD dan SMP. Dan sisanya ,4 orang lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi. Dua di antaranya memiliki pekerjaan yang tidak sesuai latar belakang pendidikan.
Menurut dia, pemerintah harus kerja keras mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk menggenjot pendidikan vokasi agar kualitas SDM makin baik. Karena, kata dia sampai saat ini, rata-rata pendidikan nasional hanya 8,8 tahun.
“Tantangan ini bisa dilalui selama masyarakat bersatu menjadi sebuah bangsa,” kata Hanif Dhakiri ketika membuka MOS dan ACA National Championship di SMA Pradita Dirgantara Solo, Rabu (3/6).
Microsoft Office Specialist (MOS) dan Adobe Certified Associate (ACA) yang digelar hingga Kamis 4 Juli itu mempertemukan generasi muda dalam sebuah kompetisi kemampuan dan keterampilan, khususnya mereka yang memiliki sertifikasi MOS dan ACA.
Tujuannya untuk membangun komunitas siswa dan professional yang tidak hanya cemerlang, namun juga memiliki growth mindset. Di samping itu mempersiapkan SDM Indonesia untuk bersaing di Industri 4.0, 5.0 dan seterusnya.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna menambahkan, melalui kompetisi MOS dan ACA tersebut para pelajar diharapkan bisa mengembangkan diri untuk menjadi generasi emas Indonesia yang akan memimpin di tahun 2045.
“Kegiatan ini adalah wujud sinergi TNI AU untuk membangun komunitas siswa dan menyiapkan SDM yang mampu bersaing di era industri 4.0,” katanya. Dengan kualitas SDM yang baik, dia optimistis Indonesia bisa menyongsong bonus demografi di 2030.(Langgeng W)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here