Penyelesaian Revisi UU Ketenagakerjaan Belum Pasti

revisi-uu-ketenagakerjaan
FOTO ILUSTRASI : https://www.koranperdjoeangan.com


SOLO,suaramerdekasolo.com – Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri belum bisa memastikan, kapan revisi Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan itu rampung.
Menurut dia, kementerian masih meminta masukan berbagai pihak, untuk penyempurnaan revisi itu agar tercapai konten yang baik. Masukan itu mulai dari dunia usaha, serikat pekerja, hingga akademisi. Sebab, kata dia, kepentingan berbagai pihak berbeda dan bahkan bertentangan satu sama lain.

”Intinya biar win-win solution dan yang pasti everybody happy,” ujar dia usai membuka acara MOS dan ACA National Championship di SMA Pradita Dirgantara Solo, Rabu (3/7).

Menteri mengakui, wacana revisi undang-undang ketenagakerjaan sudah berkali-kali mengemuka. Menurut Hanif, sudah 30 kali draft berbagai pihak, mulai dari buruh, aktivis, hingga pengusaha.

Ibarat rumah sudah campur aduk desainnya. Contoh, akan membangun rumah joglo, namun masukan desain China, Eropa, dan arsitektur lainnya masuk. Sehingga draftnya menjadi tidak lagi relevan lagi. Makanya disebut bolong-bolong.

“Untuk itu kami membahas kembali undang-undang ketenagakerjaan ini dengan pihak-pihak terkait. Seperti serikat pekerja, kalangan industri, dan akademisi,” jelasnya. Sehingga nantinya desainnya desain bagus dan bisa membuat win-win bagi semua pihak.(Langgeng W)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here