Dubes 12 Negara Sahabat Terpesona Karanganyar

0
23
dubes-mancanegara-puji-wisata-karanganyar
POTENSI WISATA : Duta besar 12 negara sahabat berkunjung ke Candi Cetho di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, dalam kegiatan Diplomatic Tour, Jumat (5/7). Selain ke Karanganyar, mereka juga berkunjung ke berbagai wilayah di Jateng. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)


KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com. Pesona alam Karanganyar, serta sejumlah objek wisata religi yang ada di Bumi Intanpari, mempesona 12 duta besar (dubes) negara sahabat peserta Diplomatic Tour, Jumat (5/7). 

Dalam kegiatan bertajuk Soropadan Agro Expo tersebut, dubes dari Armenia, Maroko, Chili, Mesir, Bosnia Herzegovina, Fiji, Belarusia, Papua Nugini, Myanmar, Kroasia, Malaysia dan China berkunjung ke sejumlah objek wisata di Jateng. 
Di Karanganyar, mereka diajak mengunjungi salah satunya Candi Cetho di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi. Mereka melihat dari dekat tempat pemujaan pemeluk Hindu, yang berada di lereng Gunung Lawu. 

Selama berkeliling, mereka mendapat penjelasan dari pemandu wisata yang ada di Candi Cetho. 
Duta Besar Maroko untuk Indonesia Ouadia Benabdellah mengaku, Jateng punya kekayaan dan keanekaragaman budaya, wisata dan potensi ekonomi.

“Kami berkesempatan melihat keindahan Indonesia. Ini membuka kesempatan kerjasama Maroko dengan Indonesia,” katanya. 

Mengenai Candi Cetho, dia mengaku sangat terkesan. Sebab, candi yang dikelilingi panorama alam indah tak ditemukannya di manapun. “Ini berbeda dengan Candi Borobudur maupun Prambanan. Candi Cetho dikelilingi keindahan hutan dan perkebunan. Ini akan saya ceritakan ke orang-orang di negara saya,” tuturnya. 

Dubes Mesir Ahmed Amr Ahmed Moawad selaku ketua rombongan mengapresiasi pihak-pihak yang mengantarkan para dubes, hingga mengenal berbagai wilayah di Jateng, termasuk Karanganyar. 

Usai berkunjung ke Candi Cetho, rombongan dijamu di Bali Ndeso Resto di Ngargoyoso. Di tempat ini, mereka beramah tamah dengan Wakil Bupati Rober Christanto dan Pjs Sekda Sutarno.  
Kepala Subdit Ekonomi dan Pembangunan Direktorat Diplomasi Publik Wahono Yulianto berharap, dari kunjungan tersebut, ke depan ada jaringan kerjasama dengan pelaku usaha pariwisata, pertanian, dan sebagainya. 
“Mereka akan bercerita kesan-kesan dari kunjungannya, di media sosial ataupun website. Ini membantu mempromosikan wisata. Bahkan dari Chili tadi menanyakan soal kebun teh Kemuning, karena kebutuhan di negara mereka banyak dan berharap ada suplai dari Indonesia,” tuturnya. (Irfan Salafudin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here