Satpol PP Rajin Sambangi Penjual Sate Anjing, Ajak Berpindah Pekerjaan

0
9
sate-gukguk-karanganyar
PERTEMUAN – Pedagang sate anjing yang bertemu bupati Juliyatmono berkaitan pelarangan warung sate anjing di Karanganyar. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Sehari bisa empat kali petugas Satpol PP Karanganyar menyambangi pedagang daging anjing yang masih buka di Karanganyar. Mereka sudah berjanji di depan Bupati untuk beralih profesi. Namun sebagian masih nekat meski sudah mengambil uang santunan Rp 5 juta dari Baznas.

‘’Kita secara persuasif terus mengingatkan mereka agar menepati janji beralih profesi. Sebab memang berat bagi mereka untuk meninggalkan profesi lama, apalagi sudah mapan,’’ kata Kepala Satpol PP Kurniadi Maulato kepada wartawan, Jumat.

Biasanya petugas memang datang dengan pakaian preman dengan mendatangi ke warung maupun ke rumah. Bahkan kepada mereka juga sempat akan dijanjikan bantuan, misalkan yang beralih jual rica-rica entog akan dibelikan entog 5 ekor untuk modal awal.

‘’Semua ada fotonya, sebab saya juga tidak ingin mendapat laporan asal-asalan saja. Dan itu kenyataan, banyak pedagang yang menceritakan kesulitannya, utangnya, dan lainnya yang menjadi penghalang untuk alih profesi,’’ kata dia.

Petugas sendiri meski memaklumi kondisi itu juga tetap mengingatkan agar tidak keterusan menjual sate anjing sebab memang sudah menjadi larangan pemerintah Karanganyar. Biasanya, jika sudah kepepet, maka pedagang berdalih hitam di atas putih belum ada peraturan bupati atau perda soal larangan dagang sate anjing.

Kalau sudah seperti itu maka petugas Satpol PP hanya bisa meminta bagian hukum Pemkab Karanganyar agar semakin mempercepat mengeluarkan peraturan soal daging anjing tersebut.

Sebab jangan sampai Karanganyar sendiri lambat bertindak sebab tidak adanya peraturan hitam di atas putih untuk mengatur pelarangfan itu. Justru daerah lain yang terlambat bereaksi namun cepat menyusun perda soal anjing itu.

‘’Kami terus berkoordinasi dengan Bagian Hukum, dengan Asisten II, dengan Dinas Peternakan, dengan dinas kesehatan, bahwa kesulitan di  lapangan adalah soal ketiadaan payung hukum itu. Sehingga menyulitkan bagi Satpol PP bertindak tegas. Bisanya hanya mengingatkan saja.

Kurniadi mengatakan pihaknya terus mencoba berkomitmen menrgakkan perintah Bupati untuk melarang perdagangan daging anjing, dan pedagangpun menyadari jika salah. Tinggal sekarang secepatnya mengeluarkan payung hukum untuk bertindak lebih keras lagi secara proaktif.

Sementara itu Kabag Hukum Zulfikar Hadid mengatakan sat ini aturan pelarangan sate anjing tengah dalam proses dan memang butuh kajian mendalam sehingga butuh waktu.(joko dh)

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here