Tragis, Panen Pepaya Jadi Pakan Sapi

0
36
pepaya-jadi-pakan-sapi
PEPAYA MUDA: Hama kutu putih yang sempat muncul di Kecamatan Jatinom mulai membuat petani khawatir (suaramerdekasolo.com/Achma H)

*Harga Pepaya Anjlok Rp 1.500,

KLATEN,suaramerdekasolo.comPetani pepaya di Kabupaten Klaten pusing dengan anjloknya harga pepaya buah beberapa pekan terakhir. Harga pepaya jenis Kalifornia hanya di angka Rp 1.500 per kilogramnya. Petani pepaya warga Desa Sedayu, Kecamatan Tulung, Warno mengatakan harga saat ini sudah pada titik terendah tahun ini.

” Sebab harga murah, kadang saya buat pakan sapi,” katanya, Jumat (5/7).

Menurutnya jatuhnya harga pepaya disebabkan karena panen yang melimpah di semua wilayah panen pepaya. Panan bersamaan tetapi permintaan tidak naik seimbang membuat harga turun drastis. Sebelumnya harga satu kilo gramnya bisa sampai Rp 4.000-Rp 5.000 dari petani.

Kondisi itu membuat banyak petani putus asa. Pedagang besar hanya berani menawar paling tinggi Rp 2.000 dengan mutu paling bagus. Sedang umumnya hanya berani membayar Rp 1.500 per kilo gram. Dengan harga sebesar itu petani hanya impas atau merugi. Sebab biaya tanam dan perawatan saja sudah mahal.

Harga benih Rp 2.000 per batang dan pupuk bisa Rp 400.000 satu rit pupuk kandang. Di desanya hampir semua petani memiliki tanaman pepaya. Pepaya jenis Kalifornia paling banyak dibudidayakan. Meskipun pepaya jenis Thailand dan lokal masih ada tetapi jumlahnya tidak banyak.

Harga Pasar

Kepala Urusan Pembangunan Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Haryanto mengatakan jatuhnya harga disebabkan produksi melimpah dan permintaan tetap. Hampir semua petani di semua desa panen. Jatuhnya harga itu bagi petani tidak menguntungkan. Berbeda bagi pedagang sebab di pasar harga ternyata masih tinggi. ” Dari petani Rp 1.500 dijual di pasar masih Rp 3.500 per kilo,” ungkapnya.

Satu pepaya siap matang biasanya berbobot sekitar 2-3 kilo gram. Dari petani dibeli Rp 3.000 di pasar masih dijual Rp 7.000 per buah. Di desanya semua warga adalah petani pepaya sebab hampir setiap rumah dan lahan dimanfaatkan. Jenis Kalifornia memang sejak beberapa tahun menjadi idola. Selain rasanya manis dan renyah, buah juga awet tidak mudah busuk. Satu pohon bisa berumur tiga tahun.

Petani berharap pemerintah turun tangan menangani sebab banyak wilayah di Klaten sentra penghasil pepaya. Seperti Kecamatan Tulung, Jatinom, Karangnongko, dan lainnya. Baik itu memberi dukungan modal, pemasaran maupun inovasi. Dengan ada inovasi agar saat terjadi stok melimpah petani bisa membuat produk alternatif dari pepaya. Wati, salah seorang warga mengatakan, di pasaran harga pepaya masak masih Rp 5.000-Rp 8.000 per biji. Beratnya sekitar 1,5 kilo gram sampai dua kilo gram.

Pembeli seperti dirinya tidak paham jika di petani sangat murah. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Pemkab Klaten, Bambang Sigit Sinugroho mengatakan pepaya bisa diolah jadi produk lain dengan bahan yang ada, namun itu perlu ada pelatihan. (Achmad H)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here