48 Remaja berebut Putra-Putri Lawu 2019

0
64
putra-putri-lawu-2019
WAWANCARA – Peserta pemilihan Putra-putri Lawu diwawancara juri saat test acara tersebut. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com –  Sebanyak 48 remaja Karanganyar mengikuti seleksi untuk mendapatkan predikat Putra-putri Lawu 2019. Ada 18 putra dan 30 putri yang mendaftarkan diri, dan selanjutnya terpilih 10 pasang putra dan putri, yang akan bersaing pada 20 Juli mendatang di GOR RM Said Karanganyar.

Bupati Juliyatmono saat pembekalan akhir pekan lalu meminta kepada seluruh peserta pemilihan putra dan putri Lawu untuk bersiap menunjukkan prestasi yang maksimal. Mereka harus bisa menjadi representasi Karanganyar.

‘’Jangan pandang remeh predikat ini, karena anda nanti ibarat wajah Karanganyar. Saat ada pertanyaan apapun dari masyarakat, maka Putra-Putri Lawu harus menguasai masalah dan tahu jawabannya,’’ kata Bupati.

Karena itu mereka harus menguasai semua bidang, dari kebijakan pemerintah, sampai lokasi wisata yang unggulan dan malah bukan unggulan sekalipun. Mereka harus menguasai teknologi, sebab zaman sekarang adalah zaman teknologi komunikasi dan informasi, sehingga Putra-putri Lawu jangan kalah untuk mengisi media sosial dengan karya yang inovatif dan baik, untuk promosi Karanganyar.

Yang penting sebagai remaja yang terpilih, mereka bisa menunjukkan prestasi. Sehingga saat orang bertanya Karanganyar seperti apa, maka Putra-putri Lawu jawabannya.

Sedangkan Wabup Rober Christanto mengemukakan soal narkotika dan obat-obatan terlarang yang kini semakin marak di kalangan remaja. Karena itu dia minta Putra-putri Lawu harus berada di barisan paling depan dalam masalah napza.

‘’Ada P4GN yang merupakan lembaga resmi untuk pemberantasan napza, yang membutuhkan bantuan dan sukarelawan untuk pemberantasan narkotika dan obat terlaran. Dan Putra-putri Lawu adalah yang diharapkan menjadi tulang punggung untuk memberantas napza,’’ kata dia.

Tegar Tuanggana Ketua Paguyuban Putra-putri Lawu yang menjadi pelaksana ajang persaingan pemilihan Putra-Putri Lawu mengatakan, meski dari sisi jumlah peserta ini justru semakin menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun semangat dan juga kualitas peserta pemilihan Putra-putri Lawu semakin baik. Dilihat dari latar belakang mereka, pendidikan serta kemampuan mereka, justru lebih baik.

Dia mengatakan, juri yang dipercaya untuk pemilihan ini adalah R Hartoyo yang juga dosen di ISI Surakarta, Judith dari Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid, dan Titis Djawoto dari unsur pemerintah, yakni Kadis Pemuda dan Pariwisata. Serta Halintar Cokro, Mas Jateng 2017.

Peserta menjawab 55 pertanyaan soal pengetahuan umum, berbahasa Jawa dan Inggris, serta pengetahuan tentang pariwisata di Jateng dan Karanganyar.

Di akhir acara, peserta langsung disaring menjadi 10 pasang putra dan putri yang akan bersaing di babak final.(joko dh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here