Kokok Ayam Jantan Berujung ke Pengadilan

1
19
ayam-berkokok-berujung-pengadilan
FOTO ILUSTRASI

 

PARIS, suaramerdekasolo.com – Beruntung bagi anda yang memelhara ayam jantan di Indonesia. Setiap ayam anda berkokok nyaring anda tidak perlu berurusan dengan aparat penegak hukum, apalagi sampai di pengadilan.

Peristiwa nyata unik berbalut komedi baru saja dilaporan dari Prancis.  Seperti dikutip dari BBC, sekor ayam jantan bernama Maurice yang selalu berkokok nyaring hampir setiap pagi membuat sewot para tetangga.

Kisahnya kurang lebih seperti ini, Maurice yang setiap hari bertugas memberikan tanda hari sudah menyingsing fajar, ternyata acapkali membangunkan para tetangga. Alih-alih bukannya berterima kasih atas nikmat Tuhan karena ada mahkluknya yang berdisplin. Ayam petarung ini dituduh sebagai biang kerok karena menciptakan kebisingan alias polusi suara.

Nah, tuduhan yang dianggap sebagian orang sebagai kekonyolan ini ternyata memang benar-benar
dilayangkan oleh sepasang pensiunan.

Meskipun upaya hukum, dua pasangan ini dibantah keras sang peternak Maurice yang tak lain warga setempat bernama Corrine Fesseau. Menurut sang pemilik, Maurice peliharaanya itu hanya sekadar melakukan “tugasnya” sebagai ayam jantan.

Namun tepisan ini harus dibuktikan di meja hijau, lantaran ada persidangan yang digelar Kamis belum lama ini, di sana baik penggugat dan tergugat tidak hadir di meja persidangan.

Kehebohan ini rupa-rupanya didengar seantero Kota Mode itu hingga si ayam jantan mendapat dukungan dari para pemilik ayam jantan yang berkumpul di luar gedung pengadilan.

Dua pihak penggugat Maurice adalah Jean-Louis Biron dan Joelle Andrieux, beralasan wilayah Saint-Pierre, desa yang jadi lokasi kehebohan ini nyaman dan tenang ditinggali hingga pasangan ini merasa terganggu suara si ayam jantan berkokok karena terlalu kencang sehingga membuat banyak orang merasa terganggu karena suaranya yang bising, termasuk dua pasangan tadi.

Perselisihan

Karena kebisingan ini, munculah pertengkaran antara pemilik ayam dan pasangan pensiunan yang ingin mencari ketenangan tersebut.

Bagi Corrine Fesseau dan pendukungnya, semua ini bukan masalah karena suara ayam jantan merupakan bagian dari hidup pedesaan.

Corrine Fesseau juga menilai, tak masuk akal jika meminta ayam-ayam jantan tidak berkokok lagi di pagi hari. Sebab itu adalah kebiasaan alamiah bagi seekor ayam jantan.

Meski begitu, proses pengadilan tetap berlangsung. Mereka harus menunggu hasil hingga September nanti.

Silahkan para pembaca ikut berdebat atau memberikan komentar. (Budi)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here