Catur Adi Sagita Masih Berpeluang Tembus 3 Besar

0
20
asian-juniors-chess-championship
PRESTASI : Pecatur dari 11 negara menyelesaikan pertandingan nomor catur standar ajang Asian Juniors Chess Championship (AJCC) 2019 yang digelar di Puri Kencono Ballroom Hotel Lor In, Colomadu, Karanganyar yang berlangsung 1-9 Juli 2019. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)
* Asian Juniors Chess Championship (AJCC) 2019 

SOLO, suaramerdekasolo.com. Peluang pecatur Indonesia untuk merebut medali emas di nomor catur standar ajang Asian Juniors Chess Championship (AJCC) 2019 semakin berat. 
Hingga usai pertandingan babak ketujuh, Minggu (7/7) siang, hanya Catur Adi Sagita di kelompok putra yang masih mampu berada di posisi tiga besar dengan 5 poin. 

Sedangkan peringkat pertama dan kedua diduduki Anh Khoi Ngiyen dari Vietnam dengan 6,5 poin dan Kaumandur Srihari Raghunandan dari India dengan 5,5 poin. 
Selain Catur, ada Muhammad Alhabsyi yang berada di posisi 10 besar. Dia mengantongi 4 poin dari tujuh pertandingan. 
Di kelompok putri, peringkat pertama, kedua dan ketiga dikuasai pecatur India, yakni Aakanksha Hagawane, Vantika Agrawal dan Chitlange Sakshi. Ketiganya sama-sama mengantongi 5,5 poin dari tujuh pertandingan. 

Pecatur Indonesia Ummi Fisabilillah berada di peringkat 7 dengan 4,5 poin. Sedangkan Dita Karenza dengan 4,5 poin dan Diajeng Theresa Singgih dengan 4 poin menempati peringkat kesembilan dan sepuluh. 

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem mengatakan, pertandingan babak kedelapan dan kesembilan akan menjadi penentuan bagi pecatur yang saat ini berada di peringkat atas, apakah berhasil merebut juara atau tidak. 
“Untuk Indonesia, kami realistis. Peluang Catur untuk dapat medali emas berat, karena dalam dua pertandingan tersisa harus menang. Lawan yang akan dihadapi berat. Kami berharap, dia masih bisa berada di posisi tiga besar, setelah pertandingan usai,” katanya, Minggu (7/7). 

Sedangkan untuk pecatur putri, Liem berharap, ada pecatur Indonesia yang bisa finish di peringkat tiga besar. “Ummi masih bisa naik peringkat, dengan catatan harus menang di dua pertandingan tersisa. Semoga bisa masuk tiga besar,” tuturnya. 

Menurutnya, secara kemampuan, pecatur Indonesia tidak kalah jauh dengan lawan-lawannya. Namun dalam kondisi tertentu, faktor psikis mempengaruhi mereka. 
“Faktor mental ini sangat menentukan. PB Percasi sebenarnya tidak membebani mereka untuk jadi juara. Tapi ada rasa takut kalah, sehingga mereka bermain kurang bagus. Tidak lepas. Mestinya main bebas saja, santai. Sehingga kemampuannya keluar semua,” jelasnya. 

Jam terbang yang kurang, menurutnya, berpengaruh terhadap mental pemain. “Karena itu, mereka diterjunkan di AJCC 2019 karena tujuan PB Percasi memberi jam terbang yang lebih banyak pada mereka. Ini harus dimanfaatkan. Jangan main pasif, karena takut kalah. Lebih baik main total, sehingga ada peluang menang,” katanya. 

Liem menambahkan, hingga pertandingan babak ketujuh usai,  belum ada pecatur yang aman posisinya dari kursi kandidat juara. 
“Masih ada dua babak tersisa, yang menjadi penentuan. Nguyen masih difavoritkan sebagai juara, karena belum pernah kalah. Hanya remis sekali, serta enam kali menang. Kaumandur masih berpeluang naik, jika Nguyen sampai kalah dalam pertandingan tersisa,” tuturnya. 

Sedangkan untuk kelompok putri, persaingan merebut medali emas dipastikan akan berlangsung sengit. Sebab tiga pecatur yang saat ini berada di posisi teratas memiliki poin yang sama, dengan kemampuan yang juga merata. “Penentuan di kelompok putri akan terjadi di babak kesembilan,” imbuhnya. 
Pertandingan babak kesembilan akan digelar Senin (8/7) pagi, dilanjutkan pertandingan nomor catur kilat pada sorenya. (Irfan Salafudin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here