200 Fresh Graduate UNS Terima Digital Talent Scholarship (DTS) Kominfo

0
101
BEASISWA: Penerima beasiswa bakat digital dari Kementerian Kominfo menerima pengarahan dari Kepala LPPM UNS Prof Widodo Muktiyo di aula FMIPA UNS, Senin (8/7). (Suaramerdekasolo.com/evie kusnindya)

SOLO suaramerdekasolo.com – Sebanyak 200 orang alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berbakat digital dan masih fresh graduate academy (FGA) terpilih sebagai peserta program Digital Talent Scholarship (DTS) yang dikembangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo).

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Prof Dr Widodo Muktiyo mengemukakan, dari sebanyak 200 alumni UNS peserta program beasiswa tersebut, sebanyak tiga orang diantaranya merupakan penyandang disabilitas.

Beasiswa tersebut diberikan dalam  upaya pemerintah menyiapkan talenta terampil agar Indonesia bisa menjadi salah satu negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2025. Selain itu juga untuk menghadapi era revolusi Industri 4.0.

Prof. Widodo mengungkapkan, program beasiswa tersebut 2019 ini memasuki tahun kedua. Pada 2018 lalu jumlah peserta dari seluruh Indonesia hanya 1.000 orang, pada 2019 peserta yang menerima beasiswa meningkat menjadi 25.000 orang dan rencananya pada 2020 akan menjadi 50.000 orang. 

“Dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, pemerintah fokus mengembangkan ekonomi berbasis digital. Sebanyak 200 peserta program Digital Talent Scholarship dari UNS telah diseleksi Balitbang Kominfo, sehingga dituntut serius dalam mengikuti pelatihan,” katanya ketika membuka pelatihan bagi peserta di aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Senin (8/7) 
Menurut Prof Widodo, Pemerintah mengembangkan program Digital Talent Scholarship bertujuan menciptakan generasi milenial yang cerdas sekaligus produktif. Peserta program akan dilatih secara intensif untuk menguasai hardskill dan softskill sesuai dengan peminatan di bidang teknis 

Para peserta program yang terpilih, katanya, setelah mengikuti pelatihan diminta menumbuhkan ekonomi berbasis digital sesuai talenta masing-masing.  “Setelah peserta mengikuti pelatihan, mereka harus menjadi pelaku ekonomi berbasis digital. Kalau tahun ini ada 25.000 orang yang sukses mengembangkan talenta dan tahun 2020 bertambah 50.000 orang, peluang generasi milenial mengembangkan talenta akan lebih besar,” tuturnya.
Ia  menjelaskan, pelatihan dengan narasumber para praktisi ekonomi berbasis digital tersebut dilaksanakan selama dua bulan. Ke-200 peserta pelatihan dibagi dalam empat kelas, dengan materi pelatihan mencakup berbagai peminatan, antara lain bidang cyber security, bidang Internet of things, bidang cloud computing dan bidang big data analysis.(Evie Kusnindya)

 
 
 
Area lampiran
 
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here