83 Jamaah Haji Klaten Diberangkatkan

0
18
haji-klaten-2019
PEMBERANGKATAN HAJI : Jamaah haji kloter pertama asal Klaten bersiap diberangkatkan dari GOR Gelarsena, Klaten, MInggu (7/7) malam.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 901 calon jamaah haji asal Kabupaten Klaten akan menunaikan rukun Islam kelima tahun ini. Rombongan pertama yang tergabung dalam kloter 8 Solo telah diberangkatkan, Minggu (7/7) malam, maju sehari dari jadwal semua. Senin (8/8) malam, mereka diterbangkan ke tanah suci dari embarkasi Adi Sumarmo, Solo.

Pemberangkatkan jamaah yang akan bergabung dengan jamaah dari Sragen itu dilakukan Asisten 1 Sekda Klaten yang juga Ketua Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Haji Kabupaten Klaten, Ronny Roekmito dari GOR Gelarsena, Jonggrangan, Klaten Utara.

Setelah menginap semalam di asrama haji Donohudan, jamaah asal Kecamatan Kebonarum dan Klaten Selatan diberangkatkan. Panitia meyiapkan 2 bus untuk mengangkut para calon jamaah haji. Suasana pemberangkatan sangat haru dan ramai karena banyaknya keluarga yang mengantar.

Salah satu jamaah yang berangkat adalah pasangan Eko Mulyadi dan istrinya Dewi, warga Perum Merapi Indah, Tegalyoso. Keduanya berangkat dengan diantara kedua putra, keluarga besar dan para tetangganya hingga ke GOR Gelarsena, meski di sana hanya yang membawa undangan yang bisa masuk.

‘’Pemberangkatan calon haji Kloter yang semula dijadwalkan Senin (8/7) dimajukan sehari menjadi Minggu (7/7) malam. Untuk Kloter 9, 10, 11 dan Kloter 96 yang merupakan kloter sapu jagad akan berangkat sesuai jadwal pada 9 Juli,’’ kata Kasi penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Klaten Muhammad Yusuf.

Sesampai di asrama haji Donohudan, semua calon jamaah haji dikarangtina selama semalam untuk melakukan cek kesehatan, administrasi dan keperluan lainnya sebelum diterbangkan ke tanah suci. Semua mendapatkan gelang identitas dan living cost sejumlah 1500 real.

‘’Semua persiapan dilakukan sebaik mungkin agar semua jamaah dalam kondisi baik saat menunaikan ibadah haji. Semua sudah dipesan agar menjaga kesehatan karena ada perbedaan cuaca antara Indonesia dengan tanah suci. Apalagi, 50 persen jamaah asal Klaten tergolong masuk usia risiko tinggi,’’ ujar dia.

Dia menambahkan, gelang identitas harus dikenakan selama di tanah suci. Gelang itu menjadi identitas diri, karena berisi QR Code seperti visa, paspor, KTP, dan lainnya. Fungsinya sebagai pengganti paspor, untuk memudahkan pencarian bisa ada jamaah yang tersesat. Dia berpesan agar gelang tersebut jangan sampai hilang.

Pemberangkatan kedua dilakukan, 9 Juli 2019 yakni Kloter 9 yang terdiri atas 355 orang, Kloter 10 yang terdiri atas 354 orang dan Kloter 11. Kloter 9 dijadwalkan masuk asrama haji pada pukul 06.00 WIB, sedangkan Kloter 10 direncanakan tiba di asrama Donohudan pukul 08.00 WIB dam Kloter 11 pada pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, musim haji tahun 2019, ada 901 calon jamaah haji asal Klaten terdiri atas 424 laki-laki dan 477 perempuan, mereka terbagi menjadi lima Kloter, yakni kloter 8, 9, 10, 11 dan 96. Kloter 96 yang terdiri atas 7 jamaah akan diberangkatkan pada 4 Agustus 2019, dijadwalkan tiba di asrama haji pukul 08.00 WIB.(Merawati Sunantri)

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here