Duh, SMPN 3 Jatipuro Hanya Dapat 52 Siswa Baru

1
21
ppdb-smp
FOTO ILUSTRASI

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Memprihatinkan, SMP 3 Jatipuro hanya mendapatkan pendaftar lewat PPDB online beberapa waktu lalu, sebanyak 52 siswa. Padahal sekolah tersebut hanya mematok kuota 128 siswa atau sekitar 4 kelas saja.

“Memang memprihatinkan, karena di daerah itu dari hitungan kami memang kekurangan siswa baru. Yang pintar memilih lari ke Karanganyar atau kota dan sisanya hanya sedikit jumlahnya. Setiap tahun memang selalu kurang dan tahun ini termasuk yang terbesar,’’ kata Agus Haryanto, Sekretaris Dinas Dikbud.

Dia mengatakan, karena hanya sedikit tidak sampai dua kelas, maka sekolah itu termasuk yang diizinkan membuka PPDB offline bagi mereka sendiri, dan waktunya sampai sebelum masuk proses belajar mengajar. Namun begitu sesuai dengan pengalaman tahun sebelumnya, meski PPDB offline jumlahnya tidak terlalu signifikan bertambah. Paling hanya beberapa siswa saja, tidak sampai penuh satu kelas, apalagi sesuai kuota.

Agus mengatakan, sungguhpun begitu, proses belajar mengajar tetap berlangsung. Tentu saja disesuaikan dengan jumlah siswa yang ada. Bagaimanapun kondisinya, proses belajar mengajar harus berjalan. Dia mengatakan, guru yang ada akan ditata ulang. Sebab banyak guru yang akhirnya kekurangan jam pelajaran sebab kelasnya hanya sedikit. Padahal ada aturan untuk mendapatkan tunjangan sertivikasi harus minimal mengajar 24 jam.

Sedangkan untuk PPDB kedua yang memakai sistem offline tersebut, lebih pada upaya untuk menyisir agar tidak ada anak usia sekolah SMP yang tidak mendapat sekolah. Sebab semua sudah gratis sehingga sayang jika hanya tamat SD tidak melanjutkan sekolah.

SMP 3 Jatipuro termasuk sekolah dengan lokasi pinggiran sehingga kurang kuota. Sekolah itu terletak di perbatasan Wonogiri dan Karanganyar, dekat dengan wilayah Ponorogo juga. Karena itu jumlah lulusan SD-nya sedikit. Sekolah tersebut termasuk salah satu yang sangat sedikit mendapatkan siswa sedikit, dari 29 sekolah yang totalnya kekurangan 1.074 siswa. Termasuk yang kurang banyak adalah SMP 3 Jumantono yang berada di perbatasan Matesih dan Jumantono, dan siswa lebih senang sekolah ke Matesih karena lebih dekat, kendati masuk wilayah zona di Jumantono.(joko dh)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here