Guntur Joko Purwanto, Dibuntuti Julukan Bang Mandor

0
58
Guntur-purwanto
FOTO DIRI : Guntur Joko Purwanto. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

TUGAS baru diemban Guntur Joko Purwanto, sejak April lalu. Pelatih Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta tersebut harus meninggalkan Solo sejenak, setelah dipercaya menjadi salah seorang pelatih pada tim pelatda panjat tebing Jateng.
Dia pun harus lebih banyak tinggal di kompleks Stadion Jatidiri Semarang, untuk turut menempa para pemanjat yang diproyeksikan menghadapi Pra-PON 2020. Kendati demikian, julukan kelakar ‘’Bang Mandor’’ baginya yang disematkan para atlet Kota Bengawan saat dirinya bersama Anang Hartono meracik tim panjat tebing Solo dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng, tetap membuntutinya.
‘’Karena ada atlet Solo yang masuk tim pelatda, terkadang mereka memanggil saya dengan istilah itu, maka julukan ‘Bang Mandor’ juga turut terbawa ke Semarang,’’ kata Guntur saat pulang ke Solo, akhir pekan lalu.
Dua pemanjat Solo yang memperkuat tim Jateng adalah Sutrisno dan M Marsudin. Keduanya juga penyumbang medali emas bagi kontingen Kota Bengawan pada Porprov 2018. Karena sering memberi banyak instruksi saat latihan di tim Porprov Solo, sebagian atletnya kemudian secara berkelakar menjuluki Guntur sebagai ‘’Bang Mandor’’ di luar sesi latihan. 

Tak Hilang

Ternyata kebiasaan itu tak hilang saat ketiganya berada di markas pelatda panjat tebing, kompleks Stadion Jatidiri. ‘’Nggak apa-apa. Yang penting, disiplin dan latihan keras tetap dijalankan selama latihan, karena hal itu menjadi salah satu kunci keberhasilan,’’ tutur bujangan kelahiran Sukoharjo, 12 April 1987 tersebut.
Lelaki 32 tahun itu mulai berkecimpung di papan panjat sejak duduk di kelas satu SMK 9 Surakarta. Kala itu dia juga aktif dalam kelompok pecinta alam di sekolahnya, Gapala yang sekarang berubah nama jadi Sakrapala. 
Ketika masih menjadi atlet, Guntur pernah menjuarai beberapa sirkuit panjat tebing di eks Karesidenan Surakarta. Namun dia gagal merebut emas pada Porprov Jateng 2009. Dia yang sempat kuliah di Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Sebelas Maret Surakarta, lalu memutuskan berhenti jadi atlet dan menekuni kepelatihan. 
Guntur pernah melatih tim panjat tebing Porprov Bangka Belitung. Dia juga pernah sukses melatih tim panjat tebing Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan Kartasura, yang kemudian menjadi juara umum kejuaraan antargrup di kesatuan elite tersebut pada 2017.(Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here