Modal Disetor Pemkab Ke Bank Jateng Kurang Rp 8,9 Miliar

0
69
prasasti-bank-jateng
PRASASTI – Direktur Bisnis Dan Corporate Bank Jateng Pujiono menandatangani prasasti saat peresmian capem Kerjo, Karanganyar. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com –  Modal disetor Pemkab Karanganyar ke Bank Jateng masih kurang sekitar Rp 8,9 miliar. Mestinya sesuai road map yang disetujui seluruh Pemda se Jateng saat Rapat Umum Pemegang saham, saham Pemkab Karanganyar sebesar Rp 40,7 miliar.

‘’Tapi ini baru 31,8 miliar, jadi kurangnya Rp 8,9 miliar. Resikonya deviden yang diterima Pemkab Karanganyar tidak bisa maksimal seperti daerah lain yang sahamnya sudah mentok. Deviden atau bagi-bagi laba ke  Pemkab Karanganyar dari Bank Jateng hanya Rp 7,154 miliar saja, sesuai prosentase besaran modalnya,’’ kata Pujiono, Direktur Bisnis dan Corporate Bank Jateng saat meresmikan Capem Kerjo, Senin.

Dia mengatakan, capem Kerjo pindah ke tempat yang lebih strategis dan sudah milik sendiri, sedangkan selama 9 tahun berdiri, capem kerjo menyewa kantor yang dirasakan kurang representatif untuk menampung kebutuhan kantor.

‘’Prospeknya sangat bagus karena selama ini kreditnya sudah mencapai Rp 110 miliar, sehingga harus kita pidahkan ke tempat yang lebih bagus untuk mendekati nasabah yang tersebar di Kerjo, Mojogedang dan Jenawi,’’ kata Pujiono.

Tentang modal disetor yang kurang itu, dia mengatakan secara keseluruhan tidak mempengaruhi kinerja bank Jateng, karenamodal keseluruhan sudah cukup, meski setoran dari daerah ada yang sudah lebih, ada yang kurang seperti Karanganyar.

Sebetulnya dengan kurangnya modal disetor itu secara khusus justru Pemkab Karanganyar sendiri yang rugi karena devidennya menjadi tidak maksimal diterima yang bisa untuk pendapatan daerah dan untuk membangun daerah.

Kinerja bank Jateng cabang Karanganyar sendiri sangat bagus, karena sampai Mei 2019 ini sudah mencapai laba Rp 33,02 miliar, tertinggi dibandingkan lembaga keuangan lain yang sahamnya dimiliki Pemkab Karanganyar. Karena itu jika deviden laba semakin tinggi akan semakin baik. Namun seluruhnya tergantung Pemkab Karanganyar.

Sumarno Kepala Badan Keuangn Daerah Karanganyar mengatakan Pemkab Karanganyar tetap akan memenuhi kewajiban modal disetor itu, dan hanya menunggu waktu saja, dianggarkan dalam APBD. Semuanya sudah tertata.

Sementara itu Bank Jateng sendiri memiliki 1 cabang induk, 5 cabang pembantu yang sudah tersebar di Karangpandan untuk wilayah timur, capem Palur untuk wilayah tengah, capem Jatipuro untuk wilayah selatan, capem Gondangrejo untuk wilayah utara, dan capem Kerjo untuk wilayah utara bagian timur. Selain itu juga 4 kantor kas, 29 ATM, 12 payment point, 14 EDCV dan 19 agen laku pandai.

Bank Jateng sudah menjadi jujugan warga untuk menyimpan uang terbukti dari dana pihak ketiga mencap Rp 1,072 triliun, dengan tabungan mencapai Rp 343 miliar dan deposito Rp 307 miliar.(joko dh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here