Ratusan Pelayat Antar Jenazah Sutopo ke TPU Sasanalayu

PEMAKAMAN: Jenazah almarhum Sutopo dibawa ke luar rumah duka di Kampung Surodadi, Rt 07 Rw 09, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota untuk dimakamkan di TPU Sasonolayu,Senin (8/7). (Suaramerdekasolo.com/joko Murdowo)

BOYOLALI ,suaramerdekasolo.com – Ratusan pelayat mengantar jenazah Sutopo Purwo Nugroho, kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke tempat peristirahatan terakhir, Senin (8/7). Salah satu putra terbaik asal Boyolali dimakamkan di TPU Sasonolayu, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali.

Jenazah almarhum tiba di rumah duka dengan mobil ambulan, pukul 07.30 wib. Sebelumnya, jenazah dari Jakarta dibawa dengan pesawat dan mendarat di Bandara Adisumarmo. Barulah kemudian dilanjutkan dengan ambulan.

Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan kerabat. Turut menyambut ayah almarhum Sutopo, Suharsono dan ibunda Sri Roesmandari. Hadir pula pada acara pemakaman, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Wabup Boyolali, M Said Hidayat serta sejumlah pejabat lainnya.

Tepat pukul 08.00 wib, dilakukan upacara pemakaman jenazah almarhum dengan upacara yang dipimpin Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo. Kemudian jenazah suami dari Retno Utami Yulianingsih dibawa dengan mobil ambulan menuju pemakaman yang berjarak 1 km dari rumah duka.

Gubernur Ganjar yang mengaku mengenal Sutopo secara pribadi mengatakan bahwa sosok Sutopo merupakan orang yang luar biasa. Profesionalisme dan dedikasi ditunjukkan Sutopo dalam bekerja meski sakit, tetap menginformasikan bencana yang terjadi.

Tidak hanya memberitakan soal kebencanaan dengan menginformasikan apa yang terjadi dan bagaimana penanggulangannya. Namun tetap bekerja dalam kondisi sakit. “Sebuah sikap profesional, dedikasi yang penuh. Kalo kita berjuang sampai titik darah penghabisan ya Mas Topo ini. Orangnya cerdas, saya kenal dengan dirinya pribadi,” ujar Gubernur Ganjar kepada wartawan.

Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo dalam sambutannya saat memimpin upacara pemakaman di rumah duka mengakui, Sutopo merupakan sosok yang penuh dedikasi tinggi terhadap pekerjaan. BNPB telah kehilangan satu sosok panutan yang baik.

“Semasa hidupnya dalam keadaan yang sangat sulit, dalam keadaan sakit masih bisa memberikan pelayanan publik yang terbaik. Memberikan informasi kepada khalayak, bahkan juga memberikan analisa-analisa terkait peristiwa yang terjadi dan langkah yang perlu dilakukan,” ungkap Doni.

Sutopo melewati masa kecil hingga remaja di Kota Susu dengan belajar di SD Negeri 1 Boyolali, SMP Negeri 1 Boyolali dan SMA Negeri 1 Boyolali. Kemudian menuntut ilmu di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Studinya berlanjut mengejar gelar Master di Program Studi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Institut Pertanian Bogor (IPB), dan berhasil meraih gelar Doktor pada Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan IPB Bogor. (Joko Murdowo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here