Ada Poling, Masyarakat Dapat Banyak Alternatif Pilihan Pemimpin

0
22
pilbub-sragen
FOTO ILUSTRASI

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Meski terkesan belum serius, tetapi adanya berbagai poling terkait sosok-sosok yang  dianggap memiliki kapabiltas dan integritas menjadi calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Sragen 2021-2026, perlu disikapi. Sebab, poling-poling itu setidaknya secara tidak langsung memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

Selain itu, bagi nama-nama yang disebut dalam poling, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan integritas, kapabilitas dan prestasi mereka kepada masyarakat Sragen. Waktu sekitar setahun menjelang pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2020, dinilai cukup untuk membuat rekam jejak kepada masyarakat Sragen.   

Hal ini diungkapkan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Fadlan tatkala ditemui Senin (8/7). “Dengan adanya poling-poling itu, secara tidak langsung memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, agar bisa memilih pemimpinnya sesuai dengan hati nurani dan harapannya. Tidak ujug-ujug milih bupati dan wabup karena uang, ewuh-pekewuh, tekanan, intimidasi atau memilih karena sama sekali tidak mengetahui latar belakangnya, tutur Fadlan.

Meski tidak tahu siapa yang membuat poling-poling itu, dia menilai nama-nama yang disebut-sebut dalam berbagai poling itu memang memiliki rekam jejak, kapabilitas dan integritas yang cukup baik dan layak untuk maju dalam Pilbup Sragen 2020. Saat ini, di Sragen memang muncul beberapa poling terkait nama-nama yang dianggap layak maju di Pilbup Sragen 2020. Poling yang beredar lewat media sosial itu menyebut banyak nama, baik dari politisi, birokrat, pengusaha hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Seperti nama petahana Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wabup Dedy Endriyatno, Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto. Juga politisi seperti Budiono Rahmadi, Mukafi Fadli, Fathurrohman, Bambang Widjo Purwanto, Pujono Elli Bayu Effendi, dan Bambang Samekto.  Juga tokoh agama seperti Muhammad Fadlan, Ma’ruf Islamudin, Ahmad Riyadh, Agus Budiarto. Serta nama-nama pengusaha, seperti Mulyono, Tri Agus Bayuseno, Sukiman, Dodok Sartono hingga Achmad Zaky pendiri Bukalapak.

Sementara itu Wabup Dedy mengatakan, dirinya sudah sejak beberapa hari yang lalu mengetahui adanya poling-poling tersebut. Namun dia mengaku tidak memikirkannya karena komitmen dengan pekerjaan dan tugasnya yang harus diselesaikan dengan baik. “Syah-syah saja ada poling seperti itu, tetapi saya tidak tahu siapa yang membuat poling-poling itu, saya juga tidak serius memikirkannya,” kata Dedy.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPC Partai Demokrat Budiono Rahmadi yang namanya juga disebut-sebut dalam poling tersebut. Pria yang juga pengusaha pemilik Putra Dadi Sejahtera (PDS) ini mengaku awalnya mengetahui poling tersebut dari orang lain. Namun menurut dia, saat ini dirinya belum serius memikirkan pilbup karena masih banyak pekerjaan dan kegiatan yang harus dilakukan. Khususnya yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Sragen. “Saat ini saya fokus bekerja dan  
Sragen memang banyak nama yang pantas dan mampu maju di Pilbup 2020,” tandas Mas Bro, panggilan akrabnya. (Basuni Hariwoto)

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here