Akan “Diekspor” ke Blitar, Ribuan Liter Ciu Oplosan Diamankan

0
8
CIU OPLOSAN : Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo menunjukkan ratusan botol ciu oplosan yang akan dikirim ke Blitar, Jatim, Selasa (9/7). (Suaramerdekasolo.com/Heru Susilo)

SUKOHARJO,suaramerdekasol.com – Satuan Polisi Pamong (Satpol PP) Sukoharjo menggagalkan pengiriman ratusan botol minuman keras jenis ciu yang sudah dioplos, Selasa (9/7). Sedianya, ribuan liter ciu itu akan dibawa ke Blitar Jawa Timur.
Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo mengatakan, bersama barang bukti itu, petugas mengamankan dua orang remaja. Mereka merupakan pemilik minuman tersebut. “Dua remaja itu belanja atau kulakan minuman tersebut dari seorang pengepul di daerah Bekonang. Selanjutnya, mereka akan menjual ke daerah asal di Blitar, Jatim,” jelas Heru.
Satu botol ciu oplosan dibeli dengan harga Rp 15 ribu. Kemudian di Blitar satu botol itu dijual kembali dengan harga Rp 50 ribu. Terkait dengan bahan oplosan sendiri, Heru mengatakan, terdiri dari ciu murni, anggur, sitrid dan temulawak. Dari bahan-bahan tersebut belum diketahui kadar alkoholnya berapa persen. Namun untuk yang ciu murni sekitar 23 persen.  “Jadi semua difermentasi lalu dioplos dan ada semacam gas. Ciu jenis ini kalau disimpan lama bisa meledak, karena ada kandungan gas di dalam botol.”
Terkait dengan pengepulnya, petugas juga sudah meminta keterangan. Selanjutnya data yang bersangkutan diserahkan ke dinas terkait untuk mendapatkan pembinaan. Namun pengepul asal Bekonang tersebut bukan merupakan perajin alkohol. Sebab posisinya hanya sebagai pengepul dan menyediakan bahan untuk dijual pada konsumen dari luar kota. “Untuk dua remaja yang kami amankan kami data dan mendapat pembinaan.”
Menurut Heru, kasus pengiriman ciu oplosan ke luar daerah bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya petugas juga mengamankan ratusan botol ciu yang akan dikirim ke luar daerah.
Pihaknya berharap dari kejadian tersebut, instansi terkait melakukan pembinaan dan tindakan tegas pada mereka yan gmenyalahgunakan izin pembuatan alkohol. Sebab yang mendapatkan izin produksi tersebut merupakan perajin alkohol murni yang keperuntukannya sudah jelas. Salah satunya untuk kebutuhan medis. “Tetapi di sana ada oknum perajin yang sebelum fermentasi menjadi alkohol sudah dijual untuk dijadikan minuman,” tandasnya. (Heru susilo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here