Bupati Cek Calon Lokasi Pembangunan Jalan Tol

0
349
bupati-cek-calon-lahan-tol-solo-jogja
SIDAK LOKASI : Bupati Sri Mulyani didampingi sejumlah pejabat melakukan pengecekan calon lokasi pembangunan jalan tol, Selasa (9/7). (suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

*Sejumlah Titik Lokasi Tol Akan Digeser

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Ada 45 desa di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Klaten rencananya akan dilalui pembangunan jalan tol Solo-Klaten-Yogya. Total ada 6.000 hektar lahan yang akan digunakan mega proyek jalan tol tersebut. Hal itu diungkapkan Bupati Klaten Sri Mulyani saat melakukan pengecekan calon lokasi pembangunan jalan tol, Selasa (9/7).

Dia didampingi pengembang dari PT Adi Karya, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Klaten dan sejumkah pejabat terkait. Menurut Bypati, pengecekan dilakukan untuk mengetahui secara lokasi mana saja akan terkena pembangunan jalan tol. Diharapkan, Pemkab Klaten dapat dilibatkan dalam setiap pembahasan jalan tol termasuk jika ada perubahan jalur.

‘’Rencananya di Klaten ada 45 desa di 9 kecamatan yang akan terkena dampak pembangunan jalan tol. Luas lahan yang akan dilintasi jalan tol secara keseluruhan mencapai 6000 hektar,’’ kata Bupati Sri Mulyani usai meninjau lokasi jalan tol, Selasa (9/7).

Pengecekan dilakukan sejak pukul 08.30 WIB hingga sekitar pukul 14.15 WIB. Tampak hadir Kepala DPUPR Klaten Tajudin Akbar, Asisten I Sekda Klaten Ronny Roekmito dan Asisten II Sekda Klaten Purwanto AC serta beberapa pejabat lain.  Pengecekan dilakukan di lokasi yang rencaanya akan dibangun rest area dan exit tol. Rombonan juga mendengarkan aspirasi dari warga yang lahannya terancam digunakan untuk jalur tol. Salah satunya di Desa Beku, Kecamatan Karanganom yang akan dijadikan lokasi rest area.

Di lokasi itu banyak pemukiman dan makam kuno sehingga diusulkan agar digeser, namun pembangunan rest area diharapkan tetap berada di wilayah Desa Beku Karanganom, sedangkan rest area kedua di Kecamatan Karangnongko. 
‘’Awalnya dirancanakan ada dua exit tol, namun setelah direvisi akan ada tiga exit tol, yakni di Desa Somokaton, Kecamatan Jogonalan, di Ngawen dan di Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo,’’ ujar Bupati.

Jalur yang melintasi Ngawen, akan mengenai lahan SDIT dan SMP. Pihak sekolah merasa tidak keberatan lahannya dipakai, asalkan dibangunkan gedung pengganti yang lebih bagus. Dalam master plan jalan tol yang melintasi wilayah Klaten juga berada di tiga sumber mata air, salah satunya di Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum. Jarak jalan dengan sumber air kurang dari 200 meter, sehingga harus digeser agar pembangunan jalan tol tidak merugikan.

“Jarak jalan dengan sumber mata air harus 200 meter. Jadi jalan tol yang melalui dekat sumber air akan dipindahkan dan pengembang setuju. Jalan yang dekat sumber air Ngrundul akan digeser karena sumber mata air tersebut dimanfaatkan PDAM untuk sumber air minum masyarakat,’’ ujar Bupati.

Kawal pembangunan tol

Bupati berharap, Pemkab Klaten dilibatkan dalam setiap pembahasan pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Klaten. Dengan demikian, setiap ada perubahan denah maka Pemkab Klaten harus tahu karena hal itu menyangkut masyarakat seperti masalah ganti lahan. 

‘’Saya harap, setelah lokasi dan denah ditetapkan Gubernur Jawa Tengah, semua sudah tidak ada permasalahan lagi karena sudah mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Kami berkomitmen mengawal pembangunan jalan tol agar nantinya benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,’’ tegas dia. 

Kabag Humas Pemkab Klaten, Wahyudi Martono menambahkan, rombongan bupati melakukan pengecekan di beberapa lokasi yang akan dilalui jalan tol antara lain, di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Desa Kuncen, Kecamatan Ceper, Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Kecamatan Ngawen, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum dan Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo.(Merawati Sunantri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here