Dilantik Jadi Dirut Bang Daerah, Haryono Siap Turunkan NPL

0
13
dirut-bank-daerah
DILANTIK – Haryono saat dilantik sebagai Dirut Bank Daerah. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Haryono (49) dilantik sebagai direktur utama Bank Daerah menggantikan Sudarsito yang masuk usia pensiun. Dia dilantik oleh Bupati Juliyatmono disaksikan seluruh pejabat Karanganyar termasuk Wabup Rober Christanto dan Sekda Sutarno.

Dari curiculum vitaenya saya membaca dia spesialin menurunkan NPL (nonperforming loan) atau kredit macet yang saat ditinggal Sudarsito sempat naik. Pak Haryono spesialis bidang itu, di Solo sempat menurunkan NPL PNM (Pembiayaan Nasional Madani) sampai 0,0, juga di Sumbar serta tempat lainnya,’’ kata Juliyatmono, Selasa.

Karena itu dia berharap Haryono akan bisa menurunkan NPL Bank Daerah. Selain itu juga menyiapkan kader yang ada karena saat ini baru ada Dirut dan masih perlu Direktur Kepatuhan dan Kredit serta Direktur Pemasaran yang masih kosong.

Haryono kepada wartawan mengatakan, pertama yang akan diambil adalah langkah membenahi SDM untuk mempersiapkan kompetensi seluruh karyawan agar nantinya memiliki kompetensi untuk bisa semakin membuat bank ini maju.

‘’Saya ingin menjadi pemimpin yang menjadi jalan kesuksesan bagi anak buah. Sebab jika pemimpin sukses maka itu diukur dari banyaknya anak buahnya yang sukses, bukan pemimpin itu sukses sendiri,’’ kata dia.

Kedua jelas mrnurunkan NPL yang ternyata tinggi, dengan cara ibarat genteng bocor maka harus diganti gentengnya, tidak menyalahkan kenapa bisa bocor. Sebab jika genteng bocor terus maka tanpa diganti akan tetap bocor. Sistemnya yang diganti bukan orangnya.

Haryono ingin ada kredit untuk pelaku usaha mikro dan kecil (UKM) yang tepat, artinya orang yang diberi kredit adalah betul-betul UKM, cepat tanpa waktu yang lama dan ribet namun tetap komplet persyaratannya, dan sesuai sasaran sehingga berguna.

Haryono pengalaman awal di Bank Danamon selama lima tahun, kemudian sbanyak berkiprah di Permodalan Nasional Madani mulai Surabaya, Trtenggalek, Tulungagung dan ainnya, pernah di Sumbar, pernah di Medan, serta di Solo serta di pusat sebagai Kepala Divisi Pembinaan PNM se Indonesia sebelum berlabuh di Karanganyar.

Dia memang asli dari desa Suruh, Tasikmadu, dan aktif di dunia dakwah. Pria muslim taat ini ingin mengembangkan juga sistem kredit yang bergerak dari sektor Masjid, Gereja dan lainnya. Sebab dari ukuran kesalehan spiritual itu kredit diyakini akan berkembang baik.(joko dh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here