Dua Pembalap Solo Buru Tiket Cross Country

0
43
balap-sepeda-pra-pon
MEMACU SEPEDA: Pembalap remaja Solo Shindu Ardiyanto memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Pra-PON Balap Sepeda di Lubuk Linggau

SOLO,suaramerdekasolo.com – Dua pembalap sepeda Solo bersiap memburu tiket nomor cross country menuju PON Papua 2020. Keduanya, Shindu Ardiyanto dan Annisa Destein Cindy Qiawati, bersama rombongan tim balap sepeda Jateng telah tiba di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Selasa (9/8), guna memulai perburuan tersebut.

‘’Kami baru saja mendarat, serta belum bisa langsung berlatih hari ini. Jadi kami belum tahu venue yang akan digunakan untuk Pra-PON cross country,’’ kata asisten pelatih tim pelatda balap sepeda Jateng, Agus Sadiyanto.

Menurut pria yang juga Kabid Pembinaan Prestasi Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Solo itu, empat pembalap Jateng bakal beradu kebut pada lomba yang digelar mulai Sabtu (13/8) nanti. Selain Shindu dan Cindy, dua lainnya yakni atlet asal Pekalongan Muhammad Hanif dan pembalap Klaten Lidya Cheny Himawati.

Hanif dan Shindu yang menembus tiga besar selekda cross country di Baturaden, Purwokerto, beberapa bulan lalu, sama-sama merupakan atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Balap Sepeda Jateng yang bermarkas di kawasan Punggawan, Solo.

Bibit Muda

Agus menambahkan, Shindu yang tercatat sebagai pelajar SMA Batik 2 Surakarta dan Cindy yang masih berstudi di SMAN 7 Surakarta, diharapkan mampu merebut tiket menuju PON Papua 2020 mendatang.

Pada seleksi di Purwokerto lalu, Cindy menempati peringkat pertama cross country. Cewek peraih sekeping medali emas dan dua perak pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 tersebut juga berada di peringkat teratas selekda nomor individual time trial (ITT) di Baturaden tersebut.

‘’Keduanya merupakan bibit-bibit muda balap sepeda Solo. Potensinya diharapkan bisa maksimal pada Pra-PON dan perebutan medali PON mendatang,’’ tambah Agus yang juga pelatih Pengkot ISSI Kota Bengawan itu.

Pada pesta olahraga nasional mendatang, pembalap peserta kompetisi dibatasi usianya. Atlet dari berbagai provinsi yang diberbolehkan bersaing yakni berusia 17-21 tahun untuk nomor-nomor cross country, ITT, kriterium dan road race. Sementara untuk pembalap BMX dan downhill, batasan usianya 16-21 tahun.(Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here