Wayang dan Ketoprak Jadi Prioritas Wankes

0
42
dewan-kesenian-klaten
PAPARKAN AGENDA : Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten FX Setiawan didampingi Kabag Humas Wahyudi Martono memaparkan rencana kegiatan seni budaya, Selasa (9/7).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Pengembangan seni budaya tradisional khususnya ketoprak dan wayang menjadi prioritas Dewan Kesenian (Wankes) Klaten dalam kegiatan selama tahun 2019. Tahun ini, Wankes mendapatkan alokasi anggaran dari APBD Klaten sebesar Rp 2 miliar, dan rencananya akan mendapat tambahan dana Rp 700 juta dari APBD Perubahan.

Hal itu ditegaskan Ketua Harian Wankes Klaten FX Setiawan DS didampingi Ketua V Wankes Wahyudi Martono yang juga Kepala Bagian Humas Setda Klaten dan beberapa pengurus lain di sekretariat Wankes di komplek RSPD Klaten, Selasa (9/7).
‘’Tahun ini, kami mendapatkan alokasi anggaran Ep 2 miliar dari APBD 2019, dan akan mendapat tambahan Rp 700 juta dari APBD Perubahan. Tahun ini, wayang, ketoprak dan musik menjadi prioritas dalam kegiatan Dewan Kesenian Klaten, ’’ kata FX Setiawan.

Selama tahun 2019, Wankes mengagendakan pelaksanaan 66 kegiatan. Hingga awal Juli 2019, sudah terlaksana 21 kegiatan. Sesuai visi misnya, Wankes bertekad ‘’nguripke (menghidupkan), ngurupke (menyalakan) dan ngirapke (menampilkan) seni budaya yang ada di Kabupaten Klaten.

‘’Anggaran Dewan Kesenian akan diperuntukkan bagi kegiatan seni budaya yang belum didanai oleh pihak lain. Saat ini, ketoprak sudah mulai mendapat tempat di hati masyarakat Klaten, tak hanya di kalangan berumur namun juga di kalangan muda dan pelajar.,’’ tegas dia.

Sebagian dari kegiatan seni budaya yang sudah disusun merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-215 dan HUT RI ke-74. Dimulai dari Festival Ketoprak antara kecamatan akan akan digelar di panggung RSPD Klaten, 15-19 Juli 2019 setiap malam.

‘’Rencana Festival Ketoprak ini disambut antusias, saat ini peserta sudah mulai latihan untuk persiapan pementasan. Kegiatan ini sekaligus mengajak masyarakat mencintai ketoprak dan lebih memahami Bahasa Jawa. Rencananya, ada 26 peserta dari masing-masing kecamatan,’’ ujar Setiawan.

Ikuti Festival

Pada penyelenggaraan pertama tahun 2018, ada beberapa kecamatan yang tidak mengikuti festival dengan berbagai alasan. Namun untuk tahun 2019 semua kecamatan ikut. Dalam festival tersebut, setiap hari akan tampil 5 sampai 6 peserta, masing-masing mendapatkan alokasi waktu 1 jam.
Semangat itu sangat mendukung upaya menjadikan Klaten sebagai Kota Ketoprak. Para pejabat Klaten pun beberapa kali ikut pentas ketoprak. Sebelumnya, festival ketoprak bagi pelajar SD, SMP dan SMA sudah digelar rutin setahun sekali dengan disponsori Amigo Grup.
Festival hari pertama, Senin (15/7) tampil 5 peserta dari Klaten Selatan, Jogonalan, Bayat dan Juwiring.  Selasa (16/7), tampil kecamatan Klaten Utara, Manisrenggo, Kalikotes , Karangdowo , Prambanan dan Kemalang.
Rabu (17/7) akan tampil kecamatan Klaten Tengah, Trucuk, Tulung , Cawas, Karanganom dan Gantiwarno. Kamis (18/7) akan tampil kecamatan Kebonarum, Ceper, Wedi, Polanharjo, Jatinom dan Wonosari. Pada hari terakhir, Jumat (19/7) tampil tiga kecamatan yakni Ngawen, Delanggu dan Pedan.(Merawati Sunantri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here