Intan Novella Tak Malu Belajar

0
257
Dr Intan Novella
KEHUMASAN – bukan hal yang baru bagi Dr Intan Novella. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) tersebut yang kini menjabat sebagai Deputi Humas UNS tersebut tujuh tahun lalu pernah menjabat sebagai Humas FEB sebelum kemudian dia mengundurkan diri karena melanjutkan pendidikan jenjang S3.
 
Namun karena banyaknya dinamika dalam dunia kehumasan, wanita berparas cantik tersebut merasa perlu belajar kembali tentang dunia tersebut. Hal itu salah satunya dilakukan dengan bertanya dn meminta informasi mengenai berbagai hal kepada para staf maupun anggota timnya di Humas. 
“Saya tidak malu bertanya dan belajar kepada anggota tim saya yang memang lebih dulu menggeluti dunia ini. Bagi saya,  belajar itu bisa dari mana saja.  Bisa dari lingkungan,  dari orang lain yang lebih lama menggeluti dan lainnya.  Kebetulan saya ini tipe pembelajar sehingga hal-hal semacam itu justru membuat saya senang,” kata wanita yang pernah menyabet penghargaan sebagai Bintang Radio dan Televisi ini. 
 
Sebagai pejabat baru,  Intan sangat menyadari ia harus cepat beradaptasi dan mempelajari tugas pokok dan fungsi jabatan yang diembannya.  
Status UNS yang tak lama lagi menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) serta suksesi kepemimpinan di UNS harus segera ia pelajari. Ia harus menyusun strategi dan program kerja kehumasan terkait hal hal tersebut. Untuk keperluan itu,  Intan juga tak ragu pun malu untuk melibatkan pejabat pejabat sebelumnya. Dari mereka, menurut Intan,  justru banyak masukan yang bermanfaat dan mendukung kinerjanya.  
 
Intan mengakui amanah baru yang disandangnya saat ini cukup menyita waktu dan kesibukannya. Tak jarang ia merasa lelah dan frustasi. Namun wanita kelahiran 26 November 1976 tersebut berupaya menenangkan hati dengan meniatkan segala pekerjaan yang dilakoninya sebagai  ibadah.
 
“Niatkan segala kerja sebagai ibadah maka pasti terasa lebih ringan.  Selain itu jangan menyimpan kekecewaan,  marah dan berbagai persoalan.  Maksimal tiga hari, lalu biarkan semua menghilang agar kita selalu happy, ” tutupnya (Evie Kusnindya) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here