Makna Tradisi Lis Kuning Wiradatu Lanud SMO

0
11
tradisi-lis-kuning2
LIS KUNING : Komandan Lanud Adi Soemarmo, Kolonel Pnb Andrian P. Damanik ST saat mengalungkan lis kuning kepada wiradatu Setukpa A-22. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Setelah menjalani pendidikan tahap 1 selama kurang lebih 2,5 bulan, Wiradatu Setukpa A-22 diberikan kepercayaan untuk menyandang atau memakai lis kuning yang merupakan lambang seorang Perwira dalam struktur kepangkatan anggota TNI Angkatan Udara.

Untuk memberikan kebanggaan kepada Wiradatu Setukpa, maka diberikan tradisi penyematan lis kuning. Tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun sejak pendidikan Setukpa Angkatan Udara dimulai beberapa dekade yang lalu.

tradisi-lis-kuning1

Tradisi ini dimulai dengan pendadakan terhadap para Wiradatu ketika mereka sedang tertidur pulas ditengah malam. Dilanjutkan dengan M3 sampai dengan matahari mulai terbit di ufuk timur. Setelah itu, dilanjutkan dengan tradisi pembayatan berupa pelaksanaan latihan seluruh teknik tempur dasar yang pernah dipelajari semasa pendidikan dasar kemiliteran.

Akhir dari tradisi ini adalah penyematan lis kuning secara resmi oleh Komandan Lanud Adi Soemarmo, Kolonel Pnb Andrian P Damanik ST pada tanggal 11 Juli 2019, di Waduk Cengklik Boyolali.

Perwira sejati

Dalam santiajinya, Danlanud SMO menyampaikan bahwa tanggung jawab seorang Perwira bukan kepada perorangan atau kelompok tetapi langsung kepada Negara. Oleh karenanya, Perwira Sejati selalu mempunyai motto ” Country before yourself” atau selalu mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan yang lain.

tradisi-lis-kuning3

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here