Waduk Pidekso Mulai Dibangun, Aliran Sungai Pidekso Harus Dialihkan

0
154
waduk-pidekso-wonogiri
ALAT BERAT : Alat berat dikerahkan untuk mengalihkan aliran Sungai Pidekso dalam rangka pembangunan Waduk Pidekso di Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Kamis (11/7). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Aliran Sungai Pidekso mulai dialihkan untuk keperluan pembangunan badan bendungan Waduk Pidekso, Kamis (11/7). Adapun progres pembangunan Waduk Pidekso saat ini telah mencapai 57%.
 
Prosesi pengelakan sungai itu dihadiri oleh Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hari Suprayogi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Charisal Akdian Manu, Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo, Ketua DPRD Wonogiri Setyo Sukarno, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf M Heri Amrulloh dan Wakapolres Wonogiri Kompol Adi Nugroho.
 
Kepala BBWS Bengawan Solo Charisal Akdian Manu mengungkapkan, proyek pembangunan Waduk Pidekso merupakan salah satu proyek strategis nasional. Pekerjaan fisik waduk yang dibangun dengan dana sekitar Rp 600 miliar itu telah mencapai 57%. “Saluran pengelak dan akses jalan sudah dikerjakan 100%. Sedangkan bangunan pelimpasan air (spillway) masih dalam proses pengerjaan,” terangnya.
 
Proses pengalihan atau pengelakan aliran sungai mulai dilaksanakan untuk melanjutkan pembangunan badan bendungan. Saluran pengelakan itu nantinya juga difungsikan untuk saluran penyuplai irigasi.
 
Apabila waduk selesai dibangun dan beroperasi, bangunan tersebut mampu mengairi sawah seluas 1.500 hektare. Selain itu dapat menyuplai air bersih sebanyak 300 liter per detik dan mampu mereduksi banjir dengan volume 105 m3 per detik.
 
Dirjen SDA Kementerian PUPR Hari Suprayogi mengatakan, proyek tersebut semula ditargetkan selesai tahun 2021. Namun, melihat cepatnya pengerjaan proyek, dia optimistis pembangunan Waduk Pidekso akan selesai tahun 2020. “Selain untuk irigasi dan menyuplai air baku, waduk juga bisa berfungsi untuk wisata dan perikanan. Semoga selesai lancar, aman, dan selamat,” harapnya.
 
Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, keberhasilan pembangunan tersebut merupakan peran dari semua pihak, termasuk di dalamnya Forum Masyarakat Peduli Tanah Kelahiran Tiga Desa (Formastri) yang telah menghimpun aspirasi warga terdampak.
 
Dia berharap areal persawahan yang semula hanya mengandalkan tadah hujan, akan memperoleh irigasi teknis sehingga bisa panen tiga kali dalam setahun. Apabila terwujud, problem kemiskinan di Kabupaten Wonogiri akan sedikit terurai. (Khalid Yogi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here