Bupati Tinjau Pasar Buah Sungkur

0
62
bupati-kunjungi-pasar-buah1
PASAR BUAH : Bupati Sri Mulyani didampingi sejumlah pejabat mengunjungi pasar buah Sungkur dan berdialog dengan pedagang, Jumat (7/7).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Para pedagang yang sebelumnya menempati pasar sore di Jalan Bali sudah mulai menempati Pasar Buah Sungkur, Kecamatan Klaten Tengah. Sayangnya, masih ada beberapa kendala yang dihadapi, salah satunya bau amis dari air sumur yang ada di dalam pasar.

Keluhan itu disampaikan Nana (48) salah satu pedagang yang menempati pasar baru itu, kepada Bupati Klaten Sri Mulyani yang melakukan inspeksi mendadak ke pasar itu, Jumat (7/7) sekitar pukul 09.00 WIB.

‘’Sejak pertama kali menempati pasar buah ini, saya selalu mencium bau amis. Bau itu berasal dari sumur yang ada di dalam pasar,’’ kata Nana kepada Bupati Sri Mulyani yang hadir didampingi sejumlah pejabat.

Dia merasa perlu memberanikan diri untuk menyampaikan keluhan, karena air dari sumur itu sangat dibutuhkan pedagang terutama kalau mereka mengambil air wudhu sebelum menunaikan shalat. Air sumur itu juga dimanfaatkan untuk MCK warga pasar tersebut.

Sementara itu, pedagang lain meminta agar kios mereka dilengkapi dengan rolling door agar dagangan mereka aman bila ditinggal pulang. Saat ini, kondisi pasar yang berukuran kecil itu memang terbuka, jadi orang bisa masuk dengan mudah ke lingkungan pasar. Sebagai pengaman sementara, sejumlah pedagang sudah membuat pintu kayu sendiri.

Bupati yang datang didampingi Kepala Dinas Pedagangan, Koperasi dan UMKM, Bambang Sigit Sinugroho serta beberapa pejabat lainnya untuk melihat kondisi pedagang setelah menempati pasar buah yang baru.

Sapa pedagang

Pasar yang dibangun dari dana APBD Klaten 2018 itu merupakan bagian dari program penataan kota. Di pasar itu, bupati menyapa pada pedagang dan menanyakan kondiri mereka setelah pindah dari lokasi lama.

bupati-kunjungi-pasar-buah2

Pasar itu memang dibangun Pemkab Klaten dan diperuntukkan bagi pedagang yang semula menempati trotoar di Jalan Bali. Setelah Jalan Bali bersih dari PKL, rencananya akan dijadikan kawasan kuliner khusus malam hari.

‘’Saya harap para pedagang bisa bersabar, karena menempati lokasi baru pasti butuh penyesuaian. Soal air yang baunya amis, saya harap dalam waktu dekat bisa dicarikan solusi. Bisa saja air pasar ini dengan menggunakan air dari PDAM,’’ kata Bupati.

Bupati Sri Mulyani sudah meminta Disdagkop UMKM untuk menangani masalah yang dihadapi pedagang. ‘’Kalau untuk pengadaan rolling door akan dianggarkan tahun ini, termasuk dana untuk panambaham kios baru yang ada di dalam pasar. Tapi pasarnya dijaga agar tetap bersih dan rapi, sehingga banyak pembeli yang datang,’’ ujar Bupati.(Merawati Sunantri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here